View Full Version
Kamis, 29 Oct 2020

Kecam Presiden Prancis Macron, Ribuan Umat Islam di Solo Gelar Aksi Unjuk Rasa

SOLO (voa-islam.com) - Ribuan umat Islam di Kota Solo, menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Slamet Riyadi, di kawasan Gladag, Rabu (28/10/2020). Demo mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai melecehkan agama Islam dan Nabi Muhammad.

Dalam aksinya, massa bergerak menyusuri Jalan Slamet Riyadi Solo menuju kawasan Gladag. Berbagai spanduk dan poster yang inti tulisannya mengecam Presiden Prancis dibentangkan. 

Mereka juga menggelar orasi di mobil komando yang telah disiapkan. Gambar Presiden Prancis juga diletakkan di jalanan dan kemudian terlindas mobil yang melintas.

"Awal Oktober 2020, Presiden Prancis menyampaikan pernyataan tentang ancaman kelompok radikal muslim yang ingin mengubah nilai nilai liberalisme dan sekulerisme di Prancis," kata Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dalam pernyataan sikap yang diberikan saat demo berlangsung, Rabu (28/10/2020). 

Sebelumnya majalah satire Prancis Charlie Hebdo yang mengumumkan akan menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad dalam rangka menandai dimulainya persidangan kasus penyerangan kantor mereka terkait karikatur tersebut pada 7 September 2015 lalu. 

Pada 23 Oktober 2020 lalu, Presiden Prancis mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia.

"Dari beberapa peristiwa dan pernyataan Presiden Prancis, dapat disimpulkan bahwa pemerintah Prancis membiarkan majalah Charlie Hebdo yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi," tegasnya seperti dilansir dari sindonews.com.

DSKS menilai Presiden Prancis memberikan pernyataan yang tidak sekedar menyinggung perasaan dan keyakinan umat Islam, tetapi juga melindungi pelaku penistaan terhadap Nabi Muhammad dan agama Islam.

Selanjutnya umat Islam Soloraya meminta Presiden Prancis meminta maaf dan menyadari telah melakukan kesalahan fatal terhadap umat Islam di dunia.

Pihaknya juga mendesak Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk memutus hubungan diplomatik dengan pemerintah Prancis.

Pihaknya juga mengimbau umat Islam untuk mempertimbangkan melakukan boikot pembelian dan pemakaian produk apapun buatan Prancis. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version