View Full Version
Senin, 08 Feb 2021

Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok 2020-2025 Dilantik

JAKARTA (voa-islam.com)--Ketua Pengurus  Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Jawa Barat, Drs. Harry Maksum, MH, resmi melantik Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok yang baru, Sabtu (6/11/2021) pagi. Mengingat Pandemi Covid-19 belum berakhir, pelantikan tersebut dilakukan secara virtual, dan Alhamdulillah berjalan sukses dan lancar.  

Dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat Parmusi yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Parmusi, Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos dan Sekjen Ir. Abdurrahman Syagaff, telah menetapkan dan mengesahkan Susunan Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok Masa Bhakti 2020-2025. SK tersebut ditetapkan di Jakarta, pada 26 November 2020 lalu. 

Sebelum pelantikan, terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesi Raya dan Mars Parmusi. Usai pelantikan, acara dirangkai dengan Talk Show virtual dengan tema “Membangun Sinergi Dakwah di Kota Depok.” Bertindak sebagai Key Note Speaker, Ketua Umum PP Parmusi Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos, menyampaikan sambutannya terkait “Kiprah Parmusi dalam Membangun Bangsa”.  

Pembicara selanjutnya disampaikan oleh Ketua OKK PP Parmusi, H. Syafruddin Anhar, SE, MM dengan tema “Penguatan Kelembagaan Organisasi Parmusi”. Bicara “Strategi Dakwah Paska Pandemi” diuraikan oleh Tokoh Masyarakat Depok yang juga Ketua Bidang Pendidikan PP Parmusi, Prof. Husnan Bey Fananie. Tak kalah menarik, talk show juga membahas “Esensi Dakwah Digital”, dijelaskan oleh Ketua PW Parmusi Jawa Barat, Drs. Harry Maksum, MH.  

“Alhamdulillah proses pelantikan virtual Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok sudah sudah selesai dilaksanakan. Maka mulai hari ini, kita sudah bisa bekerja sebagai aktivis gerakan Persaudaraan Muslimin Indonesia, khususnya untuk Kota Depok yang kita cintai bersama,” ujar Ketua Parmusi Kota Depok, Ustadz  Ahmad Suhijriah, ST. M.I. Kom, dalam sambutannya.

Dikatakan Ahmad, Gerakan Persaudaraan ini dalam bentuk Dakwah, yaitu Dakwah Ilallah. “Pesan yang disampaikan oleh guru kita, KH Syuhada Bahri, dakwah tidak boleh berhenti dalam situasi apapun.” 

Setelah Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok dilantik, lanjut Ahmad, kita sudah bisa menyusun dan menjalankan berbagai program sesuai dengan kebutuhan umat di Kota Depok. “Sebagai pengurus daerah, Insya Allah kita siap menjalankan berbagai program yang sudah disusun oleh PP Parmusi,” tandas Ahmad. 

Diharapkan, Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok berkomitmen untuk menjalankannya berbagai program yang telah dicanangkan, agar Parmusi menjadi organisasi yang maju, besar, bermartabat dan berkelanjutan dari generasi ke generasi berikutnya.

 

Program Parmusi Depok

Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok sudah memiliki beberapa rancangan program antara lain: Pertama, tugas utama kita adalah menjalankan visi dan misi Parmusi yaitu, visi untuk terwujudnya masyarakat madani yang Islami sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, yaitu masyarakat Indonesia yang berorientasi pada keimanan dan ketaqwaan, keilmuan, keadilan, kemajuan dan kebersamaan.

Adapun misinya, meningkatkan kualitas iman, taqwa dan tawakal ummat Islam pada Allah SWT, menanamkan akhlak mulia pada ummat, memperkokoh persatuan dan pergerakan ummat, meningkatkan kualitas kepemimpinan ummat, sosial-politik dan kemasyarakatan.

Program kedua, penguatan organisasi kelembagaan dan kaderisasi, yaitu pembentukan pengurus di tingkat cabang dan ranting. Potensi ini cukup besar karena ada 11 kecamatan dengan 63 kelurahan. Selain itu pembentukan pengurus muslimah parmusi. “Kita akan mencoba menyapa kembali para kader Parmusi yang dulu pernah ada di Kota Depok,” kata Ahmad.

Ketiga, akan melaksanakan Program Desa/Kelurahan Madani. Program ini berdasarkan pada 4 pilar yakni: Pertama, peningkatan iman dan taqwa, pemberdayaan sosial, peningkatan ekonomi umat dan peningkatan derajat pendidikan. “Kami tentunya akan menjalankan secara betahap dan terukur. Harapannya akan menjadi sebuah percontohan bagi kelurahan lain di kota Depok.”

Keempat, memberikan pemahaman terkait pentingnya pengurusan sertifikat tanah untuk Mesjid di Kota Depok. Ada 390 Masjid di Kota Depok dan 1000 lebih mushola, namun dari beberapa case yang ada masih banyak mesjid atau mushola yang lahannya belum disertifikat. Ini merupakan tugas khusus bagi pengurus Parmusi Kota Depok.

Kelima, pendampingan kepada umat Islam yang sedang sakit yang dirawat di rumah sakit atau dirumah sendiri. Untuk pasien umat islam yang dirawat dirumah sakit kita akan bekerja sama dengan rumah sakit di daerah Kota Depok. Disinilah peran dai parmusi untuk melakukan pendampingan kepada pasien umat islam yang sudah sakit parah (menjelang skaratul maut). Kita ketahui ada 25 rumah sakit di kota depok, minial kita harus punya dai sekitar 40 orang untuk menunaikan tugas khusus ini.

Keenam, Program “Melek Baca Al quran”. Menurut data secara nasional ada 54 % muslim tidak bisa baca al quran (2017), untuk kota Depok berdasarkan jenjang pendidikan SMP ada lebih dari 20 persen belum melek Al Quran, belum jelas data untuk anak SD, SMA dan masyarakat secara keseluruhan di Kota Depok. Ini juga merupakan tugas yang tak kalah penting untuk menjadi fokus aksi bagi kader Parmusi ke depan.

Ketujuh, faktor ekonomi para dai yang masih berada dibawah garis kemiskinan. Ini juga merupakan tugas kader parmusi untuk mencari solusi terbaik agar para dai sejahtera, sehingga bisa menghapus stigma yang beredar di masyarakat bahwa banyak dai yang mendapat julukan sebagai dai “walamplopi”. Ini harus dihapuskan demi martabat dan marwah para da’i yang nanti akan menjadi da’i Parmusi.

“Masih banyak lagi program yang akan kita kerjakan, seiring dengan akhlak dan moralitas umat di Kota Depok, seperti seks bebas dikalangan remaja, kekerasan rumah tangga dan perempuan. Tentunya semua itu akan kita inventarisir agar kita bisa bekerja maksimal dan terukur,” tukas Ahmad.

Demikian beberapa uraian singkat terkait rancangan program yang akan dijalankan ke depan. Tentunya agenda organisasi yang paling dekat kita akan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) PD Parmusi. 

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengurus PD Parmusi Kota Depok, kader dan simpatisan yang sudah meluangkan waktunya untuk menyelengarakan pelantikaan virtual ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi catatan amal baik kita di dunia dan akhirat. Salam Persaudaraan!” harap Ahmad mengakhiri sambutannya. 

 

Pesan Ketua Umum Parmusi

Saat bicara sebagai Key not Speker, Ketua Umum PP Parmusi, Usamah Hisyam mengaku sangat senang, dengan semangat dan militansi kader Parmusi Kota Depok. Dikatakannya, lima belas tahun yang lalu, Parmusi Kota Depok punya kepengurusan yang solid, tapi dalam perjalanan waktu mulai meredup. 

“Dengan kepengurusan Parmusi Depok yang baru ini., mudah-mudahan ghirah dakwah di Kota Depok sebagai kota religius kembali bersinar. Khususnya dai’ Parmusi dalam gerakan dakwahnya. Semoga Allah memudahkan jalannya,” kata Usamah Hisyam.

Kota Depok merupakan kota penyangga yang sangat strategis, dengan jumlah penduduknya yang besar. Kita ketahui, banyak warga Depok yang bekerja di kota Jakarta. Karena itu, kita harapkan warga Depok tidak terjebak oleh kehidupan duniawi semata. 

“Dengan kehadiran Parmusi Depok, orientasi akhirat juga harus dikembangkan melalui program-program dakwahnya,” tandas Usamah.

Secara garis besar, lanjut Usamah, ada langkah yang harus dibangun dalam mengembangkan dakwah di kota Depok. Diantaranya, membangun sinergi dengan pemerintah setempat dan masyarakat. Sinergi ini diwujudkan dengan mengajak mereka untuk bekerjasama tanpa ikatan apapun.

“Terkait kerjasama dengan infrastruktur politik, hendaknya tidak terikat apapun, melainkan dibingkai dengan prinsip connecting muslim. Sinergi ini untuk memudahkan dan mewujudkan cita-cita  perjuangan kita,” pesan Usamah.   

Menurut Usamah, ada tiga kategori da’i Parmusi, yakni: Da’i Pembina, Da’i Pengelola, dan Da’i Pelaksana.  Adapun Da’i Pembina merupakan mubaligh senior di setiap tingkatan, punya peran untuk mengarahkan konten dakwah sebagaimana diatur dalam Pedoman Dakwah Parmusi.

Sedangkan Da’i Pengelola tugasnya mengelola manajemen dakwah yang profesional. Manajemen dakwah inilah yang menentukan hidup matinya gerakan dakwah. Tanpa manajemen dakwah,  program dakwah tak akan berjalan secara masif.

Adapun Da’i Pelaksana adalah da’i yang siap digerakan untuk berdakwah. Perannya sangat penting sebagai ujung tombak yang akan menggerakkan masyarakat. Bisa diawali dengan melaksanakan daurah melalui virtual secara nasional, mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan wilayah lainnya. 

“Kepengurusan Parmusi di  setiap daerah, efektif atau tidaknya, bisa dilihat dari hasil kader da’i yang  dicetaknya.  Insya Allah pada 2023 nanti, akan kembali digelar Jambore Nasional Desa Madani yang melibatkan da’i-da’i Parmusi  dimasing-masing wilayahnya,” ungkap Usamah. 

Dikatakan Usamah, Jawa Barat merupakan gudangnya da’i. Namun, ia berharap, para da’i Parmusi itu bukanlah da’i cabutan (dai rental). Usamah menyebutnya sebagai “da’i joki”. 

“Saya mengharapkan, dai  yang dilahirkan adalah da’i yang mengenal Parmusi, sehingga bisa menggerakkan Desa Madani di masing-masing daerahnya.”

Usamah mengakui, Parmusi belum menjadi organisasi yang kuat. Karena itu harus membangun sinergi dengan berbagai pihak, untuk mewujudkan Kota Depok sebagai kota yang aman, damai dan tentram. 

Lebih jauh Usamah berharap, dakwah yang dilakukan da’i Parmusi seyogianya diawali dari masjid. Oleh sebab itu, .da’i Parmusi seharusnya  orang yang juga aktivis masjid di lingkungannya. Misalnya dengan menjadi DKM. 

“Jangan jadi pengurus Parmusi, tapi tak jelas tempat shalatnya. Jika menjadi aktivis dakwah ya harus jelas masjidnya," terangnya. 

Terpenting, pesan Ketua Umum Parmusi, dalam membangun sinergitas, hendaknya berpedoman dengan peraturan yang berlaku, jangan menabrak aturan yang ada. Jika tanpa formula dan menabrak aturan, hendaknya kita jangan teribat, meski tujuannya baik. 

“Karena itu, gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar harus dilakukan secara optimal, tanpa harus menabrak perundang-undangan yang ada,” tegas Usamah Hisyam.*[Ril/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version