SURAKARTA, (Voa-Islam.com) – Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin, Ngruki – Cemani, Sukoharjo yang lebih akrab sebutannya dengan STIM Surakarta mengukuhkan langkah strategisnya untuk bertransformasi menjadi Institut Islam. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua STIM Surakarta, Dr. Zahrodin Fanani, M.P.I., dalam momen wisuda angkatan ke-8 yang penuh berkah, di Hoten Sahid Jaya Solo, Sabtu (30/8/2025).
Dr. Zahrodin menjelaskan bahwa visi besar ini akan diwujudkan melalui penguatan sanad keilmuan, pendalaman bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, serta penegakan kedisiplinan yang menjadi ciri khas pendidikan Islam.
“Kami bertekad untuk mencetak ulama dan cendekiawan muslim yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki adab dan akhlak mulia,” tegasnya.
Dalam rangka mencapai akreditasi ‘Baik Sekali’ pada tahun 2025, STIM Surakarta juga tengah menanti restu untuk membuka dua program studi baru: Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (IAT).
Menurutnya, ini adalah upaya nyata STIM untuk menjawab kebutuhan umat akan kajian Islam yang komprehensif dan relevan dengan tantangan zaman.
Komitmen STIM Surakarta dalam menginternasionalkan lulusannya juga patut diacungi jempol. Jaringan kerja sama telah terjalin dengan universitas-universitas Islam terkemuka di Yaman, UEA, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Jordania. Ini membuka pintu bagi para alumni untuk melanjutkan studi atau berdakwah di kancah global, menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag., Sekretaris Kopertais X Jawa Tengah, dan Prof. Dr. Phil. H. Sahiron, M.A., Direktur PTKI Kemenag RI, memberikan dukungan penuh.
Prof. Sahiron bahkan menekankan pentingnya kurikulum berbasis mahabbah (cinta) kepada Allah dan ciptaan-Nya, serta mendorong STIM untuk terus bersinergi dengan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki agar menjadi mercusuar ilmu yang berperadaban, sesuai dengan ajaran Islam. [PurWD/voa-islam.com]