View Full Version
Sabtu, 17 Jan 2026

Jumlah Wanita di Neraka Lebih Banyak daripada Laki-laki. Apa Sebabnya?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- dan keluarganya.

Hadits shahih menyebutkan bahwa kaum wanita adalah penghuni neraka yang paling banyak. Tentunya jika dibandingkan jumlah laki-laki di yang berada di neraka.

Dari Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء 

Aku melihat ke dalam surga, maka aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku melihat ke dalam neraka, maka aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 3241 dan Muslim no. 2737)

Adapun sebab hal tersebut, Nabi ﷺ pernah ditanya tentangnya dan beliau menjelaskan jawabannya.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أُرِيتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ  قَالُوا: بِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ قِيلَ: يَكْفُرْنَ بِاللَّهِ، قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ كُلَّهُ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا  قَطُّ

“Aku diperlihatkan neraka, dan aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripada hari ini. Dan aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah para wanita.”

Para sahabat bertanya: “Karena apa wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.”

Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?”

Beliau bersabda: “Mereka kufur terhadap suami dan kufur terhadap kebaikan. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak ia sukai), maka ia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.’” (HR. al-Bukhari no. 1052)

Dan dari Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah ﷺ keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat. Beliau melewati para wanita lalu bersabda:

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ  فَقُلْنَ: وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِير مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ: وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ:أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ  قُلْنَ: بَلَى، قَالَ: فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ: بَلَى، قَالَ: فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا

“Wahai kaum wanita, bersedekahlah, karena aku diperlihatkan bahwa kalian adalah penghuni neraka yang paling banyak.

Mereka bertanya: ‘Karena apa wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab: ‘Karena kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya namun lebih mampu mengalahkan akal laki-laki yang tegas selain salah seorang dari kalian.’

Mereka bertanya: ‘Apa kekurangan akal dan agama kami wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab: ‘Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan setengah kesaksian laki-laki?’

Mereka menjawab: ‘Benar.’

Beliau bersabda: ‘Itulah kekurangan akalnya. Bukankah apabila seorang wanita haid ia tidak shalat dan tidak berpuasa?’

Mereka menjawab: ‘Benar.’

Beliau bersabda: ‘Itulah kekurangan agamanya.’” (HR. Al-Bukhari no. 304)

Dan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku menghadiri salat Id bersama Rasulullah ﷺ. Beliau memulai shalat sebelum khutbah tanpa azan dan tanpa iqamah. Kemudian beliau berdiri bersandar kepada Bilal, lalu memerintahkan takwa kepada Allah, mendorong ketaatan kepada-Nya, menasihati dan mengingatkan manusia.”

ثُمَّ مَضَى حَتَّى أَتَى النِّسَاءَ فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَّرَهُنَّ فَقَالَ:تَصَدَّقْنَ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ  فَقَامَتِ امْرَأَةٌ مِنْ سِطَةِ النِّسَاءِ سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ فَقَالَتْ: لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: لأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ  قَالَ: فَجَعَلْنَ يَتَصَدَّقْنَ مِنْ حُلِيِّهِنَّ يُلْقِينَ فِي ثَوْبِ بِلالٍ مِنْ أَقْرِطَتِهِنَّ وَخَوَاتِمِهِنَّ

“Setelah itu beliau mendatangi para wanita, menasihati dan mengingatkan mereka seraya bersabda: ‘Bersedekahlah, karena kebanyakan kalian adalah bahan bakar Jahannam.’

Lalu berdirilah seorang wanita dari kalangan mereka yang pipinya kehitaman, lalu berkata: ‘Mengapa wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab: ‘Karena kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap suami.’

Maka para wanita pun bersedekah dengan perhiasan mereka, melemparkannya ke kain Bilal berupa anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Muslim no. 885)

Oleh karena itu, wahai saudaraku kaum muslimah, hendaknya kalian yang mengetahui hadits ini bersikap seperti para shahabiyah tersebut, yang ketika mengetahui hal ini mereka segera beramal saleh, yang dengan izin Allah menjadi sebab dijauhkannya mereka dari termasuk golongan yang terbanyak tersebut.

Hendaknya, para muslimah bersungguh-sungguh berpegang teguh pada syiar-syiar Islam dan kewajiban-kewajibannya -terutama shalat-, serta menjauhi apa saja yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta‘ala, khususnya perbuatan syirik dengan berbagai bentuknya yang banyak tersebar di kalangan wanita, seperti meminta hajat kepada selain Allah, mendatangi dukun dan peramal, dan semisalnya.

Kami memohon kepada Allah agar menjauhkan kami, seluruh saudara dan saudari kami dari neraka serta dari segala ucapan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version