View Full Version
Selasa, 15 Sep 2026

Tulang Daun Kupu-Kupu hingga Kopi: 250 Karya Kaligrafi Dunia Warnai MTQN XXXI Semarang

SEMARANG (Voa-Islam.com) -- Seni kaligrafi Islam kini tak lagi sebatas goresan tinta di atas kertas atau kanvas. Hal ini dibuktikan lewat eksplorasi media yang tak biasa—mulai dari kopi, rotan sintetis, hingga tulang daun kupu-kupu—dalam ajang Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Mal Ciputra, Simpang Lima, Semarang. ​

Berlangsung pada 12–18 September 2026, pameran yang menampilkan lebih dari 250 karya dari 50 negara ini membuktikan bahwa seni kaligrafi Islam terus beradaptasi dengan aliran kontemporer. Pergelaran yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Jakarta Islamic Centre (JIC) ini menjadi bagian dari Semarang Halal Fest 2026 sekaligus menyemarakkan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI. ​

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang membuka pameran tersebut pada Ahad (13/9/2026) menyampaikan apresiasinya atas kekayaan karya yang disajikan. Menurutnya, pameran ini tidak sekadar menyuguhkan keindahan khat Arab, melainkan juga memperlihatkan daya kreativitas seniman lintas negara yang luar biasa. ​

"Kolaborasi antara Pemkot Semarang dan JIC ini turut memperkaya rangkaian Semarang Halal Fest 2026. Kami juga menyambut hangat kedatangan para kafilah MTQN dari berbagai provinsi untuk menikmati sajian seni ini di Kota Semarang," ujar Agustina. ​

Karya yang dipamerkan terdiri atas 70 mahakarya kaligrafi internasional dan 180 karya seniman Tanah Air. Ragam media yang dieksplorasi meliputi acrylic on canvas, gold foil leaf, kain perca, krayon, pasta pualam, kayu, bambu, tembaga, hingga benang dan plastik. Eksplorasi material ini berhasil dilakukan tanpa menghilangkan nilai estetika dan pesan spiritual sebagai ruh utama seni kaligrafi. ​

Kepala Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Syariah Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ/JIC), Sukri Kardjono, menyebut pameran ini bukan sekadar ajang unjuk visual, tetapi ruang perjumpaan kebudayaan. ​"Alhamdulillah, hari ini kolaborasi tersebut dapat kita rasakan bersama. Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota Semarang serta Dinas Koperasi dan UMKM atas dukungan penuhnya. Semoga jejaring seni dan kebudayaan Islam antara JIC dan Pemkot Semarang ini semakin kuat ke depannya," ungkap Sukri.

​Selain pameran, agenda ini diperkaya dengan Seminar Kaligrafi Internasional yang menghadirkan sejumlah maestro kelas dunia. Beberapa pakar yang membagikan ilmunya antara lain Director Culture to Art of India, Gori Yusuf Husen; Maestro Khat Tsuluts Indonesia, Ustaz Sahryansah Sirajuddin; dan Master Thezip Artist dari Turki, Fatma Ulusoy.

​Lewat pameran dan seminar ini, Semarang membuktikan diri tak hanya sukses sebagai tuan rumah kompetisi seni baca Alquran (MTQN), tetapi juga berhasil menjadi ruang perjumpaan strategis bagi perkembangan seni peradaban Islam global. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Pusat PPIJ KH Muhyiddin Ishaq, Maestro Kaligrafi Arab KH Didin Sirojuddin AR, serta Ketua Umum DMI DKI Jakarta KH Ma’mun Al Ayyubi.**


latestnews

View Full Version