View Full Version
Kamis, 05 Dec 2013

Membongkar 10 Strategi 'Sihir Muslihat' ala Jokowi

JAKARTA (voa-islam) Sahabat Voa-Islam yang baik hati dan shalih, menjulangnya popularitas Jokowi tidak hadir tiba-tiba datang dari langit, melainkan hasil 'sihir' penggelembungan survei dan propaganda melalui media bayaran, Key Opinion Leader (KOL) dan relawan 'Jokowi Ahok Social Media Volunteer' (JASMEV). 

Penggunaan kata Sihir di sini bukan tidak disengaja. Sekedar analogi, sihir telah menipu rakyat Mesir di jaman Fir'aun sehingga mereka menganggap yang berasal dari Jajaran Fir'aun adalah hebat. Dan hanya mereka yang sadar akan bahayanya lah yang tidak tertipu Sihir tersebut - diwakili sosok Nabi Musa Alaihi Salam.

Mau tau apa saja modusnya? Berikut kami hadirkan bagi Sahabat Shalih VOA-Islam.com :

1. Lembaga Survei dan Media Utama (Bayaran) sebagai TimSes.

#ModusGelembungSurvei terhadap suatu lembaga/personal dan dampaknya terhadap masyarakat/publik awam. 

#SihirPropagandaLewatMediaBayaran. Apa saja info yang dimaksud?  Semoga berguna & makin membuka wawasan kita semua untuk tidak terpengaruh sihir propaganda lembaga survei lewat media utama. Mengenai mengapa banyak publik yang tidak sadar 

#ModusGelembungSurvei :

Subiakto, seorang praktisi senior pada agensi iklan yang banyak menangani kampanye politik presiden, gubernur menyatakan, membangun popularitas bawah sadar dengan modus dengan memperbanyak pemberitaan di media cetak, membangun conversation mention (@accounttwitter) di media sosial dan komentar tentang kebaikan Jokowi. Sehingga apabila di googling (mencari kata kunci di google) kata 'Jokowi' akan banyak sentimen yang positif.

Di media cetak, dalam sehari kita bisa menemukan minimal 12 berita tentang kebaikan dan keseharian Jokowi, apalagi jika kita cari di sosial media, maka akan ada ribuan kata kunci jokowi, bahkan detik.com dan kompas.com akan mempropagandakannya setiap hari.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi capres lain yang tidak menggunakan strategibranding politik ala Jokowi, sehingga tidak heran hasil survei akan timpang dan membuat Jokowi unggul.

 

2. Sihir Propaganda lewat media utama; yang sedikit membahas mengenai kemacetan dan tanggung jawab pengelola negara/daerah menyediakan Angkutan Umum yang memadai.

Kita pun ketahui bersama bahwa Ada konglomerat lain yang mendukung seperti Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz dan James Riadi (Group Lippo). Belakangan baru diketahui Proyek Monorel di menangkan pengusaha hitam Edward Suryadjaya, baca : Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni) - Berawal dengan menghadirkan di network bisnis James Riady, tim sukses, pemilik Lippo Group dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang

- Lalu diberitakan di media bayaran, media cetak & online (baca disini)

3. Sihir Propaganda lewat Key Opinion Leader (KOL)

 Buzzer dari Jasmev akan menggelembungkan isu Jokowi dan James Riady sebagai Key Opinion Leader 

 

#ModusGelembungNabiJokowow 

@Anyer_Fury: 1. Dulu thn2008 dunia pendidikan kita sempat geger, Can. Gara2 ada sebuah "media internasional" membuat survey...

4. Modus Survey Media tentang Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia

#SurveiBayaran 
@Anyer_Fury: 2. ..survey tsb ttg perguruan tinggi terbaik se-RI. Hslnya; UPH tempati urutan ke-2 di bwh UI! Heboh!

 

#ModusGelembung #Sihir 

@Anyer_Fury: 3.Survey tsb trnyata dibuat Globe Asia, media yang masuk Lippo Group, milik John Riady anak James

@Anyer_Fury: 4. Survey abal2 tsb tentu sja tempatkan UPH di urutan tinggi. Survey itu lbh tekankan pd fasilitas kampus

#SurveiPesananTapiDinggapMurniBukanBayaran 

@Anyer_Fury: 5. .. bukan hsl riset, penerbitan pd jurnal dunia, dll. Pd segi fasilitas, UPH memang lbh baik dari swasta kampus lain

#DibesarkanGelembung 

@Anyer_Fury: 6. Pdhl, jml pengajar UPH saja terhitung biasa; 111 dosen Master, 42 Doktor & kira2 20-an Sarjana. Biasa banget

#TerlaluTelanjangModusnya 

@Anyer_Fury: 7. John Riady sendiri dosen di UPH, jd klop deh.! Dia jg memimpin grup Berita Satu

@Anyer_Fury: 8. Saat itu, reaksi masy msh normal. James sempat jadi pesakitan di media. Maklum, saat itu JR blm punya "boneka lucu".

#Sihir #Propaganda 

@Anyer_Fury: 9. Survey itu bukti bahwa rekayasa pencitraan via media bukan hal baru/sulit bagi JamesRiady

@Anyer_Fury: 10. Jadi, jika kini ada tokoh yg dicitrakan sbg "dewa" lwt media, ya wajar. SEjarah gak prnh bohong :) Spt rakyat Mesir tertipu sihir jmn Fir’aun. 

@Anyer_Fury: 11. Bedanya, dulu Globe Asia lakukan utk menarik mhsa/i agar "silau" & msk ke UPH, skrg agar rakyat yg "silau" dpt bikin silau zombie. 
 

sumber Berita : Jakarta Globe

5. Modus Kontes Semu ' Walikota Terbaik Dunia'

#ModusKontesSemu_WalKotDunia

@Anyer_Fury: 12. Begitu juga dg pemberitaan kehebatan gub DKI di New York Times, tdk perlu membuat rakyat yg normal "silau"

6. Modus Tipu-tipu Blow Up Blusukan

#Sihir #Propaganda #MindControl 

Menggunakan KOL yang terkenal dengan ribuan relawan untuk ngeTwit setiap hari, baik yang tergabung dalam Jasmev maupun pendukung lainnya. Dan semua itu media berbayar, dalam setahun digelontorkan hingga ratusan milyar rupiah. 

Sumber berita : NY Times 

Pak Bi, demikian Subiakto akrab dipanggil, menilai blusukan adalah model penciptaan merek bagi seorang Jokowi. Sesungguhnya ia mendatangi waduk Pluit lalu diliput oleh puluhan wartawan yang setiap hari dan siap sedia menunggu di depan rumah dinasnya demi berita-berita blusukan Jokowi.

"Bahkan seorang anak dari tim beliau yang menjadi jurnalis Berita Satu di perintahkan atasannya untuk nongkrong di depan rumah dinas Jokowi setiap hari" seloroh Pak Bi

Namun ada fakta yang belum terungkap di sana, mengalihkan warga waduk Pluit dan Ria Rio adalah demi keuntungan kroni bisnisnya. Pendukung bisnis di media dan properti ada James Riady dan Djan Faridz, di sektor otomotif dan transportasi ada Edward Suryadjaya, Hashim dan Prabowo juga di beritakan di jejaring sosial sebagai pemodal lain bagi Jokowi.

 

Kelemahan Jokowi ini tidak mengerti hukum dan mudah dimanfaatkan para kroni. Ia selalu bikin gebrakan yang cenderung melawan hukum dan tidak memperdulikan teriakan rakyatnya. Ia bangun monorel dan relokasi PRJ ke Monas untuk memenangkan bisnis kroninya Edward Suryadjaya, Jokowi gusur waduk Ria Rio dan Pluit ke rumah susun yang berbau kepentingan bisnis kroni dan sempat ramai mencoreng Ahok Center. Pedagang liar Tanah Abang di relokasi ke BLOK G disinyalir untuk kroni di bisnis properti, Lenteng Agung di berikan kepada Lurah Susan yang dituding banyak pihak sebagai arogan dan ada unsur 'test case' bagi projek yang lebih besar lagi. 

Ia juga asal-asalan membuat kebijakan Kartu Jakarta Sehar (KJS) sehingga membunuh warga Jakarta, Jokowi juga patut diduga melakukan korupsi jabatan dengan membiarkan Ahok Center tanpa pengawasan mengelola barang-barang CSR, dan Jokowi membuat APBD secara asal-asalan karena mengaku pusing baca angka-angka.

Sejatinya, setiap kebijakan Jokowi berada dalam bisikan para kroni 

7. Modus Relawan Berani Mati Pembela 'Nabi' Jokowi & Sertifikasi Profesi Relawan ala JASMEV

 

Bahkan, admin twiter itu menantang para pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan JASMEV (Jokowo Ahok Social Media Volunteer) yang namanya kian melejit seiring “pertikaiannya” terkait Kartu Jakarta Sehat dengan pihak DPRD DKI. 

Lantas mengapa Jokowi begitu populer di Jakarta? Jawabannya adalah karena Ahok Center dan media massa terus menjual Jokowi secara tidak proporsional dengan pola sebagai berikut:

1. Membesar-besarkan kebijakan Jokowi setinggi langit walaupun hanya kebijakan kecil, sederhana dan tidak bernilai apapun; dan

2. Mengecilkan dan sebisa mungkin menyembunyikan kesalahan-kesalahan fatal dari Jokowi yang biasanya menggiring pejabat biasa ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Setelah itu media massa maupun sukarelawan yang bekerja di Ahok Center terus menerus menciptakan berbagai wacana melalui media massa dan media sosial sehingga menciptakan kesan rakyat Indonesia ingin dipimpin Jokowi, padahal dari berbagai pilkada beberapa bulan terakhir terbukti Jokowi hanya populer di Jawa Tengah, khususnya Solo, dan bahkan di Jakarta dia hanya didukung 53% rakyat Jakarta sebagaimana terlihat pada saat pilkada tahun lalu yang kemenangannya beda tipis dari angka yang diperoleh Foke, itupun karena Foke melakukan kesalahan fatal mendukung kampanye rasis Rhoma Irama, sehingga banyak yang meninggalkan Foke.

Sertifikat Jasmev bagi relawan berprestasi

 

8. Numpang Tenar di acara musik Metallica dan KPop

Jokowi dan tim suksesnya sudah mempersiapkan branding dan activation apa saja yang perlu dilakukannya, terutama yang berkaitan dengan memperbesar popularitasnya di sosial media yang banyak di huni remaja dan tentunya faktor penentu kemenangan pemilu kepala daerah maupun presiden, yaitu faktor swing voter remaja yang diperkirakan sebesar 28% dan mereka yang akang mengikuti pemilu untuk pertama kalinya, atau first voter. Dengan data tersebut tak heran Jokowi akan mendompleng aktivitas musik yang banyak digemari remaja, kebetulan di Indonesia sejak 2 tahun lalu sedang demam KPOP dengan mega bintang dari SM TOWN Korea.

 

Tapi ia juga tak melupakan arisan akar rumput yang menyukai musik rock dan diwakili dengan generasi Metallica. Tentu upaya ini memudahkan Jokowi dalam melakukan silent campaign. Mendatangkan artis luar untuk mendongkrar pamornya.

  

9. Branding Palsu mobil ESEMKA 

Seperti Obama asli, kinerja tiruannya yaitu Jokowi sebagai gubernur Jakarta juga sangat luar biasa buruk, dan tentu saja seluruh janji kampanye Jokowi sudah tidak perlu diharapkan akan dilaksanakan sebab janji-janji itu sudah dibuang Jokowi ke waduk Pluit. 

Sebagaimana Obama, Jokowi juga terpilih sebagai gubernur karena warga Jakarta ingin merasakan perubahan dan secara irasional memilih Jokowi tanpa meneliti latar belakang yang bersangkutan. Padahal bila kita membuka mata sedikit, maka pada kasus Esemka akan terlihat Jokowi mendompleng H. Sukiyat yang membangun mobil esemka di bengkelnya, Kiat Motor. 

 

10. Siapa 'Investor' Jokowi ?

Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz, James Riadi (Group Lippo) dan masih banyak lagi yang belum terungkap.

latestnews

View Full Version