View Full Version
Ahad, 04 May 2014

Kedatangan Sri Mulyani Bawa Pesan Obama & Biaya Akomodasi Ditanggung KPK?

JAKARTA (voa-islam.com) - Breaking News kembali dilakukan oleh akun fenomenal @TrioMacan2000 yang membagikan kultwit terkait biaya akomodasi kedantangan Sri Mulyani ke Indonesia, Sabtu(3/4).

Kedatangan Sri Mulyani ke Jakarta dalam rangka memenuhi penggilan KPK - Pengadilan Tipikor sebagai saksi dibiayai KPK.

Menurut pejabat KPK biaya perjalanan Sri Mulyani Washington DC - Jakarta PP & akomodasi hotel bintang 5 ditnggung anggaran KPK ! tulis @Triomacan 2000 yang aslinya ditulis dengan menggunakan banyak singkatan karena keterbatasan ruang di Twitter, namun singkatan itu telah kami lengkapi untuk kenyamanan pembaca.

KPK memanggil Sri Mulyani sebagai saksi perkara korupsi Century di Pengadilan Tipikor pada tgl 2 Mei kemarin. Dibayar oleh KPK. "Enak banget Sri Mulyani dan apes banget nasib rakyat RI. KPK keluarkan biaya tiket kelas I Washington DC - Jkt PP plus-plus lebih US$ 10,000" tambah macan dalm twitnya. twit lengkap tersebut bisa anda Klik disini :

http://chirpstory.com/li/203885

Negara Dirugikan Sri Mulyani

Informasi A1, sejatinya Sri Mulyani ke Jakarta bukan hanya untuk jadi saksi, dia sudah tiba di Jakrta sejak 23 April 2014 untuk bertemu Jokowi dan membawa pesan khusus dari 'Gedung Putih'.

Jokowi begitu spesial bagi 'Gedung Putih', Jokowi yang bernama lengkap Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oey Hong Liong alias Noto Mihardjo ini memang menjadi antek asing dan aseng demi menjaga kepentingan bangsa asing tersebut.

Sri Mulyani menemui Jokowi pada 24 April 2014 silam dan membawa pesan 'delivery order' dari Obama melalui 'kurir' Sri Mulyani. Hal ini terkait dengan pertemuan Paus - Obama soal bursa Capres Jokowi demi menjaga kepentingan Umat Katolik di Indonesia. Pesan itu disampaikan Sri Mulyani ke Jokowi dalam rangka menghilangkan kesan seolah-olah Paus - Obama telah menyetujui paket Capres-Cawapres Jokowi - Jusuf Kalla.

Pemahaman yang bias terhadap hasil pertemuan Obama - Paus (15/4/14) di Gedung Putih sabagai follow up pertemuan Obama - Paus di Vatikan (27/3/14). Deal kedua, pertemuan Paus - Obama tersebut, ada pertemuan di rumah Jacob Soetoyo yang dihadiri 7 dubes diantaranya Dubes AS, Meksiko dan Vatikan.

Langkah ketiga dengan adanya pertemuan Vatikan - Jacob Soetoyo di rumahnya di Permata Hijau Jakarta adalah manifestasi pesanan dari Washington DC dan  umat katolik Indonesia untuk kendalikan Jokowi.

Katholik Khawatir James Riady Cs & Komunis Cina Kendalikan Indonesia
Kedekatan, penguasaan dan kooptasi kelompok kristen dimotori James Riady, Sabam Sirait & Ex Partai Komunis China pada Jokowi khawatirkan katolik sehingga hadir nama Jacob Soetoyo manifestasi perlawanan dari Washington DC dan  umat katolik Indonesia.
 
Mengapa?
Karena umat Katolik Indonesia sebagai kelompok elit yang menguasai pemerintahan dan birokrasi Indoensia selama 32 Tahun era Orba itu tak mau kehilangan kendali atas Indonesia apalagi berpindah ke kalangan kristen prostestan dan komunis. Pada tahun 1999 saat akan MPR gelar pemilihan presiden, Kelompok katolik kehilangan kendali ke RI 1 karena dijegal oleh James Riady & Matori Abdul Jalil dari PKB.
 
Melalui Matori Abdul Djalil dan James Riady, Gus Dur dan Megawati diajak ketemu Menlu AS Madeline Albraight di Singapura. Pada pertemuan tersebut disepakati AS akan bantu Megawati jadi Presiden RI dalam sidang istimewa MPR. Namun, seusai pertemuan Gus Dur ubah pikiran dengan menggelar manuver poros tengah.
 
Melalui Matori Abdul Djalil, Gus Dus minta pertemuan ulang dengan Menlu AS Albraight. Minta jadi presiden dan Megawato di setup jadi wakil presiden saja.
Terpaksa James Riady atur ulang pertemuan Gus Dur dengan Albraight di Singapura. Akhirnya meeting lagi, AS setuju dengan syarat Gus Dur jamin NU.
 
Tak mengherankan mengapa NU dan PKB tak pernah serius menggagas koalisi partai Islam karena memang bermental 'numpang hidup' kepada penguasa. Albraight minta jaminan Gus Dur agar NU tidak berubah menjadi islam militan & diarahkan ke sekuler hedonis jika Gus Dur berkuasa. Gus Dur sanggupi permintaan AS ini.
 
Karena manuver James Riady dan Matori, peran elit katolik Indonesia terhadap suksesi presiden 1990 menjadi minim. Pada bursa capres 2014 ini Katolik tidak ingin terulang lagi, James Riady & elit kristen khususnya faksi Parkindo di PDIP sudah lama membina Jokowi. Ketika kendali kristen total pada Jokowi, katolik resah luar biasa.
 
Melalui CSIS dan elit katolik, diupayakan bantuan Paus untuk menembus blokade kristen yang mengendalikan Jokowi. Paus undang Obama ke vatikan. Faktanya, pertemuan di rumah Jacob Soetoyo 13/4/14 kemarin sebenarnya yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Dubes Vatikan, tapi itu berisiko jika ketahuan. Dubes Vatikan tidak mungkin undang Jokowi, Megawati dan Dubes AS ke kedubes atau ke kediamannya, jika bocor, Jokowi hancur diserang opini lawan politiknya.
 
Untuk mengaburkan pertemuan, maka lokasi dipindahkan ke rumah Jacob Soetoyo. Dubes Meksiko mewakili komunitas katolik dunia, dubes AS sebagai wakil Obama, sedangkan Dubes lain hanya cover untuk mengecoh agar tidak terlalu mencolok dan mudah dibaca bahwa pertemuan tersebut adalah untuk menampung aspirasi katolik diteruskan ke Obama.
 
Obama hanya bicara per telpon dengan Paus Fransiscus pada 15/42 memfollow up hasil pertemuan di rumah Jacob 13/4 http://t.co/LsoxSQRDR8
 

Elit PDI-P & Puan Maharani Bergegas ke Eropa

Sekitar 2-3 minggu lalu, kerabat dekat Megawati diketahui berada di eropa, disusul dgn kepergian elit Nasdem dan Puan Maharani. Ada apa?

"Ada apa kerabat terdekat, orang kepercayaan Megawati ke Eropa, disusul Nasdem dan Puan Maharani ? Transaksi suap mahar di Swiss ya ? Hehe” ungkap TrioMacan2000

Sebelumnya untuk pengaburan, Surya Paloh temui Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Olof Skoog pada senin 28/4/14. Kubu JK disebut telah bayar US$ 50 juta untuk PDIP / Megawati agar JK dapat disetujui sebagai cawapres Jokowi. US$ diserahkan ke some body ungkap TrioMacan2000.

Jumlah mahar US$ 50 juta atau senilai Rp. 600 miliar itu sama dengan jumlah mahar yang diberikan kubu James Riady ke orang dekat Mega untuk pencapresan Jokowi.

Disebutkan PDIP dan Nasdem akhirnya tandatangan koalisi dalam pilpres, mengenai cawapresnya masih ditunggu realisasi mahar kedua. Di Eropa Jokowi pede bilang bahwa cawapres untuknya sudah ada, dan tinggal diumumkan saja. Menunggu hari baik katanya. Padhal nunggul konfirmasi bank ungkap TrioMacan2000. Sama seperti pencapresan Jokowi, mega tdk langsung tegas nyatakan dukung. Tunggu konfirmasi bank di Singapore : transfer confirmed" tutup TrioMacan 2000 ini.

Ya Allah Indonesia tak lepas-lepas dari rebutan AS - VATIKAN - Cina. Kemana umat Islam? Lagi-lagi dikorbankan untuk kepentingan AS dan Nashoro.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun....... [tm2000/godam/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version