View Full Version
Rabu, 11 Jun 2014

Umar Abduh : Mantan Kepala BIN Jenderal Hendropriyono Manusia Sangat Berbahaya

JAKARTA (voa-islam.com) - Di depan kerumunan wartawanan telivisi dan wartawan cetak di rumah makan Dapur Selera, Tebet Jakarta Selatan, Umar Abduh memperingatkan kepada rakyat dan umat Islam Indonesia, bahwa mantan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), manusia yang sangat berbahaya, tegasnya.

Umar Abduh yang menekuni penelitian terhadap sepak terjang intelijen, memperingatakan dengan nada yang tinggi betapa peranan Hendropriyono terus mengacak-acak umat Islam, dan mengadu-domba antara Umat Islam dengan TNI dengan isu terorisme.

Menurut Umar Abduh peranan Hendro sangat besar menciptakan konflik antara umat Islam dengan TNI. Termasuk terjadinya peristiwa pembataian umat Islam di Talangsari, Lampung, tambah Umar Abduh.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Center For Democracy and Sosial Justice Studies (Cedsos), Umar Abduh mengaku tahu banyak mengenai sepak terjang mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendro Priyono di masa lalu.

Umar mengungkapkan, sosok Hendropriyono dinilai lihai memutarbalikkan fakta seputar tuduhan sekelompok orang yang melakukan tindakan radikal atau terorisme. Bahkan, Umar memiliki banyak fakta dan data untuk membongkar aksi operasi intelijen yang dilakukan Hendropriyono.

Umar mengungkapkan, sosok Hendropriyono dinilai lihai memutarbalikkan fakta seputar tuduhan sekelompok orang yang melakukan tindakan radikal atau terorisme.

"Head to head saya siap, cuma enggak ada yang fasilitasi. Ya silakan kalau Hendro enggak terima, saya siap," kata Umar dalam keterangan persnya, di Dapur Selera Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2014).

Umar menegaskan keterangan ini disampaikan tidak ada kaitannya dengan pasangan calon presiden (capres) tertentu. Sebaliknya, hal ini sengaja diungkap agar masyarakat lebih waspada terhadap gerakan Hendropriyono yang sekarang menjadi penasihat tim pemenangan pasangan Capres Joko Widodo-Jusuf Kalla itu.

Hendrorpriyono ingin terus membesarkan PDIP

Sejak lengsernya Soeharto. Sekarang Hendro menjadi tokoh penentu di Tim Pemenangan Jokowi-JK. Hendro pula yang menggalang tokoh intelijen dikalangan militer,dan diarahkan mendukung Jokowi-JK.

"Ini tidak ada kaitannya dengan Prabowo. Saya tidak mendukung dia, tidak ada urusannya sama dia," tegasnya.

Namun ketika dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan Hendropriyono di balik isu Bintara Bina Desa (Babinsa), Umar tidak mau mengungkapnya secara detail. "Jadi orang ini (Hendro Priyono) harus diwaspadai. Jadi Kadispenad (Andika Perkasa) ini perlu diawasi," tandasnya.

...Jadi orang ini (Hendro Priyono) harus diwaspadai. Jadi Kadispenad (Andika Perkasa) ini perlu diawasi," tandasnya

Isu tentang 'Babinsa' yang mengarahkan pemilih memilih Prabowo itu, merupakan permainan Hendro yang menggunakan menantunya, yang sekarang menjadi Kadipenad, Brigjen Andika Perkasa.

Menurut Umar Abduh, di mana Andika yang berada di Amerika lima tahun, tiba-tiba muncul, dan  menjadi Kadispenad. Andika pernah terlibat dalam penangkapan Umar Farouk yang diberi lebel 'teroris' kemudian diserahkan kepada CIA di Singapura, dan diekstradisi ke penjara Bagram, Afghanistan. (jj/dbs/voa-islam.com)

Berita Terkait Jenderal Jagal Pelanggar HAM Dukung Jokowi :

Melawan Lupa (1): Kasus Talangsari, Jama'ah Islamiyah dan Komnas HAM 01 

Melawan Lupa (2): Beberapa Nama, Saksi Palsu dan Islah Talangsari

Melawan Lupa (3): 'Licence To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989

Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs

Melawan Lupa (4): 'License To Kill' ABRI Merah & LB Moerdani Cs - See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/09/30835/melawan-lupa-4-license-to-kill-abri-merah-lb-moerdani-cs/#sthash.aD1LxQs1.dpuf

AM Hendropriono Dalang Pembunuhan Tragedi Munir, Talangsari, Lampung

Riyanto 'Talangsari': Komnas HAM & Kontras Lestarikan Citra Buruk Pada Islam

Innalillah, Jenderal-Jenderal Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi


latestnews

View Full Version