View Full Version
Ahad, 17 Aug 2014

Terungkap! Alasan Dibalik Oknum Petinggi Polri & TNI Menangkan Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) - Informasi soal keberpihakan Polri dan TNI semakin terungkap, hal ini dikicaukan TM2000Back saat meeting dengan teman-teman anggota DPR dan senior-senior TNI - Polri. Info paling menarik adalah mengenai "pengkhianatan" oknum-oknum petinggi Polri dan TNI terhadap panglima tertingginya sendiri Presiden SBY.

Akibat hembusan pengkhianatan tersebut Presiden RI ke enam yang saat ini menjabat, Presiden SBY mengundan semua pimpinan Polri dan TNI "Usai pilpres SBY panggil semua pimpinan TNI-Polri, termasuk kotama dan kapolda se-Indonesia.." kicau TM2000back.

Ada fakta yang terungkap, Presiden SBY menunjukan hasil pilpres. Dihampir semua kompleks Polri, Prabowo kalah. Kompleks TNI hanya sebagian kecil Prabowo kalah. Presiden marah (ala Jawa) kepada pimpinan Polri, bahkan SBY pun curhat "Sepengetahuan saya, pada jaman SBY lah gaji dan kesejahteraan Polri melonjak tajam" kicaunya lagi.

SBY kembali melanjutkan curhatnya "Apakah di jaman Megawati kesejahteraan Polri pernah diperhatikan? Bagaimana anggaran Polri? Persenjataan dan lain-lain? Apakah jaman Mega bagus?" seperti ditirukan TM200back.

Akibat teguran tersebut pimpinan Polri terdiam. Beku tak bersuara. SBY melanjutkan.."Sama saja saat pemilu lalu, kok di kompleks Polri Demokrat kalah? Ada apa ini? Kurang apa perhatian pemerintah SBY memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarga Polri? Kok kurang berterima kasih ya? Atau Polri ingin kembali ke jaman Megawati? Polri kembali bergabung bersama TNI seperti masa Orba? Semua pimpinan Polri diam." sindir SBY.

Kurang apa perhatian pemerintah SBY memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarga Polri? Kok kurang berterima kasih ya? Atau Polri ingin kembali ke jaman Megawati? Polri kembali bergabung bersama TNI seperti masa Orba?

Lalu SBY menunjukan data-data dan bukti-bukti bgmn kecurangan masif saat pilpres yang dilakukan oknum Polri untuk memenangkan Jokowi. Seketika itu pimpinan Polri pucat pasi. "Kalau saat debat capres, ada oknum pimpinan Polri selingkuh dengan KPU bocorkan materi debat, masih bisa ditolerir. Tetapi jika saat pilpres oknum-oknum Polri dikerahkan pimpinan polri untuk buat curang bantu kemenangan Jokowi -JK, ini namanya apa?" 

"Dua jam pertemuan TNI-Polri bersama SBY kayak lamanya disiksa di neraka. Sayangnya, sesudah itu semua bubar begitu saja. Dilupakan. Kecuali oleh Danjen Kopasus, dia panggil semua komandan kopasus yang di kompleksnya saat pilpres Prabowo kalah. Dia kasih bonus : TAMPAR" cuit TM2000back lagi.

Pertanyaan besar, kenapa pimpinan Polri secara sistematis malah medukung Jokowi - JK? Apa penyebab utamanya?

Mari kita ungkap apa penyebab gerkaan sistematis oknum Polri?

Sebab Pertama: pimpinan Polri takut sama Prabowo. Takut jika Prabowo jadi presiden, sebagian besar di antara mereka yg korup: DISIKAT! (*baca: ditangkap). Mereka lebih senang dan bahagia jika Presiden RI adalah Joko Widodo yang jongos, boneka, lemah, ga tahu apa-apa. Mudah dikadalin.

Sebab Kedua: Janji-jani Surga mulut manis berbisa dari Jokowi-JK plus tim suksesnya. Jika Jokowi jadi presiden, Polri boleh sesuka hati? Dijamin KKN dan mafia di tubuh Polri akan makin menjadi-jadi jika Jokowi jadi presiden. Sudah ada contoh konkritnya : DKI Jakarta hancur ! Pemda DKI Jakarta makin gila korupsi dan KKN-nya sejak Jokowi Ahok pimpin Jakarta. Semua senang dan bahagia kecuali rakyat Jakarta.

Sebab Ketiga : Diduga ada deal khusus Kapolri dan Jokowi. Kok bisa? Paska Courtessy Call Jokowi yang temui Kapolri = nyambung. Masih ingat?

Ternyata Jokowi dan Kapolri punya hubungan kekerabatan. Masih saudara. Masih satu keluarga. Keduanya sama-sama dari Surakarta. Ayah Kapolri Sutarman adalah Pawiro Miharjo, apa hubungannya dgn Wirjo Miharjo kakek Jokowi ? news.okezone.com/read/2013/10/0…

Pertemuan pertama, Jokowi saat baru dilantik menjadi Gubernur DKI, ia menemui Kapolri ditemani staf-stafnya. Ternyata omong ngalor ngidul, masih bersaudara! Setelah itu, Jokowi aktif berinteraksi dengan Kapolri tanpa diketahui stafnya. Komunikasi rahasia diantara mereka. Deal-deal tertentu disepakati. Di publik sangat jarang terjadi pertemuan, apalagi dimuat media massa, antara Jokowi- Kapolri. Namun secara rahasia pertemuan sering terjadi. Menjawab motif pertemuan rahasia antara Kapolri dengan petinggi-petinggi SKK Migas pada 3 Februari 2014 pukul 22.00- 01.00 di Gangnam International Executive Club, Jakarta.

"Pada rapat rahasia itu, diduga Kapolri mengarahkan Gerhard Marteen Rummeser untuk sebut nama Ibas dan Agus di Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor). Semula diduga penyebutan nama @edhie_baskoro dan @Agus_SBY oleh saksi Marteen di Tipikor murni bermotif hukum. Dengan adanya informasi baru bahwa diduga Kapolri dan Jokowi masih satu keluarga, ada deal-deap khusus, penyebutan nama Ibas dan agus: POLITIS" bongkar akun fenomenal ini.

Tujuan apa yg ingin diraih oleh Jokowi- Kapolri dgn penyebutan nama @Edhie_Baskoro & @agus_SBY oleh marteen di P Tipikor 4/2/14 lalu?

Patut diduga, hubungan kekerabatan Jokowi-Kapolri yang menyebabkan kapolri tidak menindak tegas dugaan pembocoran materi debat capres tempo hari. Saat itu patut diduga, komjen pol Budi Gunawan, mantan ajudan presiden megawati terlibat pembocoran materi debat bersama-bersama komisioner KPU


Budi Gunawan sudah diketahui persis kedekatannya dengan Megawati dan PDIP. Wajar jika dia berupaya lakukan segala cara agar Polri memihak Jokowi. Jendral Budiman, Kasad sudah diberhentikan presiden SBY karena diduga membawa TNI manuver dan berpihak pada Jokowi. Bagaimana dengan Kapolri?

Padahal instruksi SBY jelas dan tegas, TNI-Polri harus netral. Kenapa pembangkangan Kapolri pada pilpres dibiarkan SBY?

Kita tunggu sikap tegas Presiden SBY terhadap dugaan manuver & tindakan Kapolri yang menyeret Polri berpihak untungkan kubu Jokowi.

Jika anda baca kultwit @TM2000Back tentang hubungan kekerabatan kapolri dgn Jokowi serta deal2 yg dibangun mereka maka wajar kasus perkosaan Bu(d)ayawan liberal Sitok Srengene sekutu dekat Gunawan Mohamad Tempo itu lambat diusut. Sitok bersama Gunawan Mohamad dan Triyanto adalah tim pencitraan Jokowi sejak 2008, melalui festival-festival solo yang mereka buat untuk pencitraan Jokowi.

Plus penghargaan-penghargaan palsu Jokowi yang disetting oleh tim suskes Jokowi. Dialah @gm_gm alias Gunawan Mohamad, Sitok Srengene dan Triyanto, dalam rangka orbitkan Jokowi jadi capres boneka.

Jika Kasus pemerkosaan Sitok tidak diusut Polri, wajar karena Kapolri ada deal khusus sama Jokowi. Sitok adalah tim pencitraan Jokowi, bukan hanya Sitok tapi komunitas salihara pendukung sex bebas, LGBT, sekulerisme Indonesia juga adalah pendukung utama Jokowi. 

Naudzubillah! Agen Islamophobia mengelilingi Jokowi! Tragis. [yudis/ahmedi/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version