View Full Version
Kamis, 22 Jan 2015

Ummu Syamil: Saat Jenazah akh Roni Tiba di Rumah, Aroma Wangi Tercium Hingga Tiga Hari

KEDIRI (Voa Islam) - Dibawah ini adalah kisah nyata yang disampaikan seorang muslimah yang prihatin dengan kasus pembunuhan oleh Densus 88 terhadap seorang Muslim di Dukuh Nglarang, Rt 12/04, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Ukh Muslimah ini menuliskan hasil silaturrahimnya kepada sang Istri Mujahid Rono alias Mu’adz.

Sebagai media pro Mujahid dan mendukung tegaknya Syari’at Islam, Voa-Islam.com pun sudah mengirimkan jurnalis untuk melakukan investigasi lapangan, namun tidak ada salahnya kita membaca kisah yang ditulis seorang muslimah biasa yang berkunjung ke kediaman orang tua akh Rono Allohuyarham dan menemui langsung istri beliau. Inilah tulisannya…

Alhamdulillah malam itu (28 rabiul awal/ 19 jan 2015) bisa silaturahim ke rumah istri "terduga teroris" (baca: mujahid Roni alias Mu’adz) di Pare Kediri. Tiba di depan rumah tak terasa bibir bergumam, "masyaAllah", muslimah yang memakai cadar keluar mempersilakan kami masuk.

Hati  mulai bergolak "inikah yg di gembor-gemborkan sebagai teroris oleh berbagai media?" Sosok istri yang santun, berbusana sesuai sunnah (menutup aurat secara sempurna) dipoles dengan ketabahan yang luar biasa. Dapat anda bayangkan kesedihannya ditinggal suami, apalagi dalam kondisi hamil. Namun beliaunya tetap tabah.

... Ummu Syamil mengamati dari jendela kaca dan melihat suaminya ditembak bagian kepala lalu  suaminya lari sambil bertakbir disusul tembakan lagi kena bagian punggung  kemudian suami tercintanya jatuh...

Hati bergolak kembali...

Berita yang saya baca di media kok tidak sama dengan cerita Ummu Syamil (panggilan istri akh Roni). Di media yang saya baca terduga melawan dengan tembakan ke pihak aparat saat akan ditangkap kemudian ditemukan juga peluru di dalam Al-Qur'an sewaktu penggeledahan di rumahnya.

Cerita Ummu Syamil, hari jum`at sekitar jam 9 pagi suaminya  keluar mau pergi ke warung. Namun tiba di halaman rumah, tiba-tiba terdengar ada suara beberapa sepeda motor mendekat lalu Ummu Syamil mengamati dari jendela kaca dan melihat suaminya ditembak bagian kepala lalu  suaminya lari sambil bertakbir disusul tembakan lagi kena bagian punggung  kemudian suami tercintanya jatuh..

Ummu Syamil lalu ke belakang memanggil ayah mertuanya, kemudian sang ayah langsung keluar mendekat mau menolong putranya namun lngsung ditodongkan senjata dan disuruh masuk rumah. Tak lama Akh Roni alias Mu’adz sudah dibawa aparat pakai mobil yang ternyata sudah disiapkan aparat sejak semula.

Kemudian seisi rumah digeledah namun tidak ditemukan apapun,.

Inilah yang terjadi di negri kita, masih terduga teroris saja sudah langsung ditembak mati padahal belum lagi yang termasuk "teroris" pun tak ada definisi yang jelas. Aktivis Muslim lagi-lagi jadi kambing hitam.

Baru malam harinya setelah kejadian, jenazah almarhum Roni bisa diambil keluarganya, masyaAllah luar biasa! Setelah jenazah sampai di rumah selang berapa lama seisi rumah tercium aroma wangi sampai hari ketiga setelah kejadian aroma wangi baru menghilang.

Ummu Syamil juga menceritakan bahwa jenazah suaminya tersenyum dengan gigi yang kelihatan, wajahnya bersih dan darah masih mengalir di bagian belakang kepala. MasyaAllah..

Untuk itu wahai saudaraku sesama muslim, saatnya kita sadar bahwa kita telah banyak dibohongi oleh musuh-musuh Islam, dengan cap "teroris" yg diberikan kepada orang yang jelas-jelas berjuang untuk Diinul Islam, orang yg mengikuti sunnah Nabi SAW, orang yang berjenggot  dengan celana nangkring, perempuan yang bercadar, dan sebagainya. Semua yang memakai atribut Islam dan menjunjung tinggi Sunnah justru dikatakan TERORIS.

Belum lagi label "Islam radikal, Islam garis Keras" dan label2 miring lainnya.

Saudaraku... Mari semampu kita bersama-sama meluruskan kembali pemahaman tentang ISLAM kepada saudara-saudara yang kita kenal agar Islam kembali berjaya. Masya Allah kalau kita bisa ikuti pengukir tinta emas kejayaan Islam.

Cerita tidak sama persis dengan kalimat aslinya, mohon maaf jika ada kesalahan, astaghfirullah..

Demikian apa yang ditulis dan kemudian disebarkan di dunia maya agar ada ibroh bagi yang membacanya, amiin! (AF/Ummu Nafeeza Al Blitary/Voa-Islam.com) 


latestnews

View Full Version