View Full Version
Senin, 02 Mar 2015

Daulah Islam (IS) Bebaskan 19 Tawanan Kristen Assyria Setelah Membayar Jizyah

HASAKAH, SURIAH (voa-islam.com) - Daulah Islam (IS/ISIS) pada hari Ahad (1/3/2015) membebaskan 19 dari 220 Kristen Assyrian yang mereka tawan di Suriah pekan lalu, setelah uang tebusan dibayarkan untuk pembebasan mereka, kata para aktivis.

"Sembilan belas sandera Asyur tiba pada hari Ahad di Gereja Our Lady di Hasakeh setelah mereka dibebaskan oleh IS," kata Osama Edward, direktur Jaringan Asyur untuk Hak Asasi Manusia.

"Mereka tiba dengan dua bus dari Shaddadeh," kubu IS di provinsi timur laut Hasakeh dimana mereka telah ditahan, katanya kepada Agence France-Presse (AFP).

Edward mengatakan pengadilan agama IS memutuskan pada Sabtu untuk melepaskan orang-orang Kristen dengan imbalan sejumlah uang untuk setiap keluarga yang IS katakan sebagai Jizyah, atau pajak, yang dibayar oleh non-Muslim.

Dia tidak dapat mengatakan berapa banyak Jizyah yang dibayar tapi mengingat bahwa pada bulan November IS membebaskan Asyur setelah menerima pembayaran sebesar $ 1.700 per orang.

Para aktivis mengatakan negosiasi untuk pembebasan semua sandera dimulai pada hari Sabtu antara pejabat Asyur dan kepala suku Muslim Arab yang memiliki kontak dengan IS.

Seorang suster dari Gereja Our Lady yang menerima para sandera mengatakan mereka dalam keadaan baik dan tidak nampak tanda-tanda penyiksaan terhadap para sandera.

Pekan lalu, IS menawan 220 Asyur di wilayah Tel Tamer setelah bentrokan antara IS dan pasukan Kristen Assyria di wilayah tersebut yang berujung pada penguasaan 10 desa Kristen.

Hampir 5.000 orang telah melarikan diri sejak itu ke wilayah yang dikuasai Kurdi dan pemerintah. (st/nahar)


latestnews

View Full Version