View Full Version
Senin, 23 Jan 2017

Islamic State (IS) Ledakkan Hotel Mosul untuk Cegah Gerak Maju Pasukan Syi'ah Irak

MOSUL, IRAK (voa-islam.com) - Islamic State (IS) meledakkan sebuah hotel simbol di Mosul barat hari Jum'at dalam upaya nyata untuk mencegah gerak maju pasukan Irak yang kemungkian akan menggunakannya sebagai markas dalam ofensif mereka untuk merebut kota itu, kata saksi pada hari Ahad (22/1/2017).

Hotel Mosul, berbentuk hampir seperti piramida, tampak miring ke satu sisi setelah ledakan, kata dua saksi yang tidak ingin disebut namanya melalui telepon.

Hotel Mosul berdiri dekat Sungai Tigris, yang membelah kota. Pasukan Syi'ah Irak tampaknya telah mengambil kontrol penuh bagian timur dan bersiap untuk menyerang tepi barat.

Sebuah koalisi pimpinan AS menyediakan dukungan udara dan tanah untuk pasukan Syi'ah Irak dalam kampanye mereka untuk mengambil kembali Mosul dari IS.

Militer Syi'ah Irak mengklaim pada hari Ahad bahwa semua distrik Mosul timur Sungai Tigris telah dibersihkan dari IS kecuali satu, al-Rashidiya di utara.

Perdana Menteri Haider al-Abadi dan komandan atas di Layanan Kontra-Mujahidin, yang telah mempelopori operasi dalam Mosul, hari Rabu sesumbar kota bagian timur sudah "dibebaskan".

Komando Operasi Gabungan yang mengkoordinasikan pertempuran melawan IS di Irak mengatakan kemudian bahwa akan diperlukan beberapa hari lagi untuk membersihkan kantong terakhir yang dikuasai IS.

Para petinggi Irak dan sekutunya dari pihak asing diperkirakan akan memberikann strategi untuk menaklukkan tepi barat Mosul, yang masih di bawah kontrol penuh IS, dalam beberapa hari mendatang.

Sisi barat Mosul adalah sedikit lebih kecil tetapi lebih padat dan rumah bagi beberapa benteng tradisional jihadis.

Daerah ini berisi kota tua Mosul, sebuah labirin jalan-jalan sempit penuh dengan toko-toko, masjid dan gereja yang akan dilewati untuk kendaraan militer yang lebih besar.

Daerah itu juga menjadi lokasi bagi Masjid Al-Nuri, di mana pemimpin IS, Syaikh Abu Bakr al-Baghdadi, menyatakan kekhalifahan pada Juni 2014 setelah pasukannya merebut kota tersebut.

TV Negara mengatakan tentara telah mendirikan beberapa jembatan darurat di Sungai Tigris, selatan Mosul, untuk memfasilitasi pergerakan pasukan dalam persiapan untuk serangan di sisi barat kota.

Lima jembatan Mosul di Sungai Tigris sudah hancur sebagian oleh serangan udara yang dipimpin AS untuk memperlambat gerakan perjuang Islamic State,  sebelum IS meledakkan dua yang lainnya. (st/TNA)


latestnews

View Full Version