View Full Version
Senin, 06 Jul 2009

Burqa Terlarang di Perancis

Perancis merupakan negara Eropa dengan jumlah penduduk muslim terbesar.

Walaupun muslimah yang menggunakan burqa, tidak banyak jumlahnya. Hanya beberapa puluh saja.  Namun Nicolas Sarkozy, sudah merasa perlu untuk mempermasalahkan dan melarang penggunaan burqa.

Dengan congkak ia berkata “Isu burqa bukan isu agama. Ini adalah pertanyaan atas kebebasan dan martabat perempuan. Burqa bukanlah simbol agama. Ini adalah simbol penaklukan dan kepatuhan perempuan”.

Saya ucapkan dengan sungguh-sungguh “ Burqa tidak akan diterima diwilayah kami”. Demikian pernyataannya, di Istana Versailes, Senin 22 Juni 2009.

Reuters, Selasa 23 Juni 2009 mengabarkan bahwa, banyak pihak di Perancis berpendapat  burqa sebagai pelanggaran terhadap hak perempuan yang dipaksakan oleh kaum fundamentalis.

“ Kami tidak dapat menerima perempuan di negara Perancis terpenjara dibalik busana tersebut. Terpinggirkan dalam kehidupan sosial dan menyembunyikan identitas,” kata presiden Sarkozy.

Benarkah tuduhan mereka ?

Apakah para muslimah merasa mendapat tekanan atau paksaan untuk menggunakan burqa ?

“ Tidak ada tekanan mengenai burqa,” kata Francoise ( 29 thn) muslimah Prancis yang sudah mengganti namanya menjadi Khadijah. Dan sudah 6 tahun menggunakan burqa.

“ Tidak ada tekanan, tidak ada pemaksaan dari keluarga atau suami dibalik keputusan kami ini “.

“ Kami justru merasa terkekang setelah para politikus dan media menggambarkan seakan-akan kami hidup dibawah tekanan “.

“ Aku sekarang tidak dapat keluar rumah dengan bebas,” kata Mahrezvia. Kini masyarakat mulai memandang kami dengan sinis.

Wajibkah menggunakan burqa ?

Salah seorang ulama Al Azhar , Syaikh M.Tantowi mengatakan bahwa burqa bukanlah kewajiban dalam Islam.Dan setiap negara memiliki hak untuk menerima atau melarang pemakaian tutup kepala.

Innalillahi wainna illaihi rooji’un.

Hal itu dikatakannya sebagai respon atas desakan presiden Perancis kepada Parlemen untuk melarang pemakaian burqa diseluruh Perancis.

Bagaimana pendapat Khadijah/ Francoise atas pernyataan tersebut ?

“ Kami tidak ingin mendiskusikan mengenai burqa kewajiban atau bukan. Isu yang harus diangkat adalah kami memiliki hak untuk menggunakan pakaian sesuai keyakinan kami,” kata Francoise.

“ Mengapa mereka yang membuka aurat dengan bebas tidak dipermasalahkan ?”.

Sikap Parlemen Perancis Terpecah

Walaupun mayoritas anggota parlemen mendukung pendapat presiden Sarkozy. Namun masih ada beberapa pendapat yang berbeda, antara lain pendapat Menteri Imigrasi, Eric Besson menyatakan larangan sepenuhnya “ hanya akan menimbulkan ketegangan “

Sementara Menteri Muda urusan Hak Asasi Manusia, Rama Yade mengatakan ia akan mendukung larangan itu kalau ditujukan untuk melindungi perempuan yang menggunakan burqa.

Dewan Muslim Perancis mengkritik debat ini.

“ Mengangkat masalah seperti ini, melalui Komisi Parlemen, adalah cara melakukan stigmatisasi terhadap Islam dan muslim di Perancis, “ kata Mohammed Moussaouni, Kepala Dewan Muslim Perancis.

Sebenarnya, pelarangan ini tidak aneh, karena tahun 2004 Pemerintahan yang sama mengeluarkan peraturan melarang siswa gunakan symbol agama yang mencolok di sekolah.

Demikianlah perilaku pemimpin Negara dan Parlemen yang katanya, menjunjung tinggi HAM .

Jika umat Islam minoritas, biasanya selalu mendapatkan perlakuan diskriminatif.

Semoga para muslimah di Perancis istiqomah, pertahankan keyakinan dan hak. ( dbs )

_______________________________
Burqa : adalah pakaian yang menutup seluruh tubuh dari kepala hingga kaki


latestnews

View Full Version