View Full Version
Kamis, 04 Mar 2010

Manajemen Waktu untuk Hidup Bahagia

SETIAP keluarga memiliki waktu setiap jamnya 60 menit, sehari 24 jam, dan seminggu 7 hari. Kita bisa mendapatkan sebuah keluarga sukses yang mampu merealisasikan tujuan-tujuannya dalam waktu yang tersedia. Namun kita juga bisa menyaksikan keluarga lainnya yang justru seolah-olah dikejar-kejar waktu, tidak bisa hidup tenang, tak mampu mewujudkan tujuan-tujuannya, dan tak bisa menikmati hidup. Tak pelak, keluarga tersebut tak bisa khusyuk beribadah.

Perbedaan di antara kedua keluarga tersebut adalah sejatinya keluarga pertama memahami betul urgensi waktu; mengetahui cara memenejnya, sedangkan keluarga yang kedua menjadi antitesa keluarga pertama. Rasulullah bersabda, “Ada dua nikmat yang dilalaikan banyak manusia; kesehatan dan waktu luang.”

Siapa saja yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang berbahagia. Namun, siapa yang menggunakan keduanya untuk bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang sengsara. Ini mengingat, sehat merupakan lawan dari sakit, dan waktu luang lawan dari sibuk.

...Siapa saja yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang berbahagia...

Orang Barat mengatakan bahwa waktu adalah uang, sedangkan Al-Hasan mengatakan, “Aku mendapati beberapa kaum yang salah satu di antara mereka sangat kikir terhadap umurnya ketimbang dirhamnya.” Dia mengetahui bahwa apabila umur menghilang, maka dia akan lenyap. Sementara harta, apabila suatu ketika lenyap, maka di saat yang lain bisa didapatkan kembali.

Dari sini kita bisa melihat bahwa waktu tidak setara nilainya dengan uang, ia lebih berharga darinya. Sebagaimana dinyatakan Abdullah bin Mas’ud, “Aku tidak pernah menyesal atas sesuatu melebihi penyesalanku atas hari ketika matahari tenggelam, maka ajalku semakin berkurang, sementara amalku tidak bertambah.”

Dengan demikian, manajemen waktu adalah sebuah keahlian. Maka, --sebagai seorang ibu dan istri— Anda harus melatih dan mendidik anak-anak untuk bisa mengatur waktu mereka. Pasalnya, jika kita adalah keluarga dengan tipikal keluarga kedua dalam contoh di atas, maka kita terus-menerus mencoba mengganti waktu yang telah lenyap, beramal dengan cara yang salah; makan, minum, mengemudi, dan lain-lainnya dengan tergesa-gesa dan sembrono. Tak pelak, ibadah pun tidak maksimal, sehingga mengakibatkan dampak negatif dalam kehidupan berkeluarga.

...Siapa saja yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya untuk bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang sengsara...

Lalu timbullah pertanyaan; bagaimana caranya memenej waktu dengan efektif? Apa makna manajemen waktu? Dari berbagai literatur yang ada menyatakan bahwa manajemen waktu adalah cara dan sarana yang membantu manusia untuk merealisasikan tujuan-tujuannya, mewujudkan stabilitas antara kewajiban, keinginan, dan tujuan. Para pakar manajemen waktu sepakat menyatakan bahwa setiap kali kita sukses mengatur waktu dengan baik, maka kita pun akan semakin produktif.

Pengertian manajemen waktu bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang dewasa saja. Anak kecil pun bisa memanfaatkannya dan dilatih agar terbiasa dengan manajemen waktu efektif. Untuk melatih anak-anak terbiasa dengan manajemen waktu, maka orangtua harus memperlihatkan efektifitasnya dalam beraktifitas.

Berapa Lama Waktu yang Anda Butuhkan?

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan berbagai aktifitas sehari-hari? Ini menjadi pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum memulai merealisasikan manajemen waktu. Yang harus Anda lakukan adalah menulis semua aktifitas harian Anda selama sepekan dengan mencatat waktu yang Anda butuhkan dalam melakukan berbagai aktifitas tersebut. Lebih baik apabila disusun dalam bentuk bagan:

  1. Lihatlah bagan yang ada di hadapan Anda, carilah aktifitas-aktifitas yang banyak menelan waktu, akan tetapi manfaatnya sederhana. Hal ini seperti duduk berjam-jam di depan televisi, mengobrol di telepon dalam jangka waktu lama, merapikan mainan anak-anak yang berserakan, dan lain sebagainya.
  2. Berilah prioritas untuk pekerjaan-pekerjaan yang tergolong sebagai kebutuhan primer, seperti shalat, ibadah, menjaga kesehatan, memperbaiki hal-hal yang berbahaya, membayar berbagai tagihan, dan melaksanakan tugas-tugas lainnya.
  3. Kemudian pada peringkat selanjutnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan masa depan keluarga, seperti waktu yang Anda jalani bersama keluarga, waktu Anda untuk membimbing pelajaran anak-anak, dan waktu untuk mengembangkan kapabilitas Anda.
  4. Di peringkat berikutnya adalah aktifitas-aktifitas yang mungkin bisa ditunda ketika tersedia banyak waktu, seperti pekerjaan-pekerjaan yang diminta orang lain kepada kita, padahal mereka bisa mengerjakannya, namun mereka malas.

...Berilah prioritas untuk pekerjaan yang tergolong primer, seperti shalat, ibadah, menjaga kesehatan, memperbaiki hal-hal yang berbahaya, membayar berbagai tagihan, dan melaksanakan tugas...

Sarana manajemen waktu di rumah:

  1. Buatlah bagan harian yang sederhana. Ketika Anda memiliki kewajiban terhadap keluarga Anda, maka janganlah Anda melontarkan pertanyaan, “Apa sih yang mereka inginkan dariku?” Buatlah pertanyaan yang di dalamnya memuat dua pilihan. Lalu buatlah jadwal tertentu sebisa mungkin terhadap segala sesuatu. Persingkatlah waktu yang biasa Anda gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat; baik untuk dunia dan akhirat.
  2. Lakukanlah pekerjaan-pekerjaan penting pada saat itu juga, jangan menunda-nundanya. Hal ini seperti merapikan kamar tidur, membereskan mainan dan buku-buku anak-anak. Karena, sekali saja Anda menunda hal-hal di atas, maka Anda akan membutuhkan banyak waktu lagi nantinya.
  3. Komitmenlah dengan jadwal Anda semaksimal mungkin. Kendati demikian, jangan paksakan diri Anda secara ekstrim, apabila Anda tidak bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan Anda dikarenakan hal-hal di luar kehendak Anda. Akan tetapi, pelajarilah berbagai faktor penyebab yang membuat Anda tidak mampu mengerjakannya.
  4. Luangkanlah waktu untuk hiburan dan buatlah rencana-rencana tetap untuk liburan mingguan.
  5. Buatlah daftar mingguan untuk kewajiban-kewajiban sehari-hari, daftar belanjaan yang dibutuhkan keluarga, sembari terus memantau salat mereka, membangunkan mereka, dan beri pemahaman kepada mereka mengenai akibat tidur larut malam.
  6. Tulis jadwal hal-hal yang harus Anda kerjakan selama seminggu dan jangan lupa meluangkan waktu pribadi untuk Anda.
  7. Jika memungkinkan, kerjakanlah dua pekerjaan dalam satu waktu, semisal membereskan meja ketika berbicara di telepon, atau mendengarkan rekaman penting tatkala merapikan rumah.
  8. Luangkan waktu untuk liburan keluarga. Lalu jangan lupa untuk menentukan jam tidur malam.
  9. Persingkat waktu yang biasa Anda gunakan untuk berdiskusi tentang hal-hal yang kurang penting, seperti diskusi harian dengan anak-anak mengenai baju yang harus mereka kenakan, makanan yang hendak mereka santap, atau siapa yang harus melaksanakan tugas-tugas domestik tertentu. Semua hal tersebut bisa dihentikan dengan jalan membuat jadwal sederhana agar hari-hari lebih terorganisir.

...Komitmenlah dengan jadwal Anda semaksimal mungkin. Kendati demikian, jangan paksakan diri Anda secara ekstrim...

Anak-Anak dan Manajemen Waktu

Seperti kebanyakan kemampuan dan keahlian lainnya, manajemen waktu merupakan salah satu keahlian penting yang harus dimiliki anak-anak. Ketika anak-anak sudah bisa membaca jam, maka dia memiliki tanggung jawab atas waktu yang dilaluinya. Dengan demikian, kita dapat melatih mereka dengan cara:

...Ajarkan bahwa setiap kali umur anak-anak bertambah, maka tanggung jawabnya terhadap waktu pun semakin tinggi, terutama yang berkaitan dengan ibadah...

  1. Menggantungkan jadwal rutinitas bulanan di kamar mereka dan menginstruksikan mereka untuk mencoret hari yang telah mereka lalui.
  2. Memerintahkan anak-anak agar bersiap-siap untuk memulai hari dengan waktu sesingkat mungkin.
  3. Mengajarkan kepada mereka tentang manajemen waktu yang mampu membuat hidup mereka teratur. Anda harus mengajarkan mereka betapa pentingnya manajemen waktu, sehingga mereka akan mengetahui bahwa waktu berlalu dengan cepat sedangkan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan begitu banyak.
  4. Membuat jadwal pelajaran, baik untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau belajar ketika ujian. Karena hal tersebut merupakan cara terpenting untuk mengorganisir waktu dalam kehidupan anak-anak.
  5. Ajarkan bahwa setiap kali umur anak-anak bertambah, maka tanggung jawabnya terhadap waktu pun semakin tinggi, terutama yang berkaitan dengan ibadah dan mengerjakan PR. Dengan demikian, mereka akan belajar menyusun prioritas dalam aktifitas sehari-hari dan mengerjakan tugas-tugas. [ganna/voa-islam.com]

latestnews

View Full Version