View Full Version
Kamis, 10 Aug 2017

Nasihat untuk Wanita Telat Nikah

Oleh: Abu Amjad

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Seorang gadis muslimah (29 tahun) belum bertemu jodohnya. Kekhawatiran menggelayuti hatinya. Ditambah lagi, ia masih memiliki seorang kakak wanita yang juga belum menikah. Apa yang harus dia lakukan supaya Allah segera mendatangkan suami untuknya?

Kewajiban wanita muslimah ini adalah bersabar dan terus berharap kepada Allah. Wajib diketahui, semua urusan ada di tangan Allah ‘Azza awa Jalla. Ditundanya jodoh –boleh jadi Allah sudah siapkan kebaikan yang lebih besar untuknya. Hadirkan harapan baik dan tenangan diri dalam berharap kepada Allah. Jika muncul rasa gundah dan galau, perbanyak membaca dzikir dan berlindunglah kepada Allah dari gangguan syetan. Sibukkan diri dengan ibadah dan amal-amal shalih untuk menghindarkan diri dari kegalauan tersebut. Jangan lupakan doa penangkal rasa gundah dan galau seperti yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku." (HR. Ahmad dan selainnya)

Masih banyak lagi doa-doa selainnya untuk menghilangkan gundah dan gulana. Membaca Al-Qur'an juga salah satu sarana terbaik untuk menguatkan keyakinan dan mendatangkan ketenangan diri.

Wajib diketahui bahwa semua urusan ada di tangan Allah. Diperolehnya manfaat dan dihindarkan dari mudharat, berasal dari Allah Ta’ala. Yang bisa mengeluarkan seseorang dari kesulitan hanya Allah semata. Karenanya, apabila seseorang tertimpa musibah agar segera ‘lapor’ kepada Allah. Merendahkan diri dan berdoa kepada-Nya untuk memperoleh yang diinginkan atau dihilangkan dari yang tak disuka.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. Al-Nahl: 53)

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?  Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).” (QS. Al-Naml: 62)

Allah adalah tempat hamba meminta pertolongan. Jika ia menghadap Allah dengan memurnikan harapan dan rasa butuh hanya kepada-Nya, ia jaga makanan, minuman, pakaian, dan papannya dari sumber haram maka doanya akan dikabulkan. Ini berlaku untuk semua kondisi, termasuk bagi wanita yang telah jodohnya tadi.

Apabila seseorang sudah berdoa kepada Allah namun ia belum melihat hasil doanya, ia harus yakin, bahwa Allah menyimpan ijabah doanya di akhirat. Atau dengan doa itu Allah hindarkan dirinya dari musibah yang lebih besar dari apa yang dimintanya. Jangan sampai ia putus asa, kapok, lalu meninggalkan doa.

Allah sangat suka kepada orang yang berdoa kepada-Nya dengan merengek-rengek, berharap dikabulkan, dan yakin akan dikabulkan. Karenanya Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ya, siapa yang berharap kepada Allah hendaknya ia sambut seruan-Nya –taati perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya- dan yakin akan dikabulkan.

Lalu ia pilih waktu-waktu yang mustajab. Di antaranya, sepertiga malam terakhir, di penghujung hari Jum’at, di antara khutbah Jum’at imam sampai shalat, antara adzan dan iqomah, saat turun hujan, dan selainnya.

Memperbanyak doa dan menghaturkan keinginan kepada Allah saat sujud termasuk salah satu sebab dikabulkan doa. “Adapun sujud, maka perbanyak doa di dalamnya, besar harapan akan lebih dikabulkan,” hadits shahih.

Begitu juga posisi di tahiyat akhir, ba’da tasyahhud sebelum salam, juga kesempatan baik untuk berdoa. Maka manfaatkan ini untuk meminta pertolongan Allah agar dipertemukan dengan pasangan yang shalih. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version