View Full Version
Jum'at, 04 May 2018

Jejak Perempuan Era Rasulullah

Oleh: Dina Prananingrum, S.T.

(Pemerhati Permasalahan Perempuan, Anggota Komunitas Revowriter)

Sejarah telah mencatat bagaimana para perempuan di masa Rasulullah (Shahabiyat) memiliki kontribusi yang tak kalah hebat dalam mengawal perubahan masyarakat. Mereka melakukan aktivitas dan perjuangan dalam dakwah Islam bersama Rasulullah dan para Shahabat lainnya.

Begitupun dengan peran istri-istri Rasulullah dalam perjuangan penegakkan Islam dalam rangka mendukung perjuangan Rasulullah merubah kondisi masyarakat dari jahiliyyah menuju Islam yang mulia dan beradab.

Siti Khadijah binti Khuwailid r.a, istri pertama Rasulullah. Perempuan sekaligus orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Perempuan mulia yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam. Seluruh kekayan Khadijah yang jumlahnya adalah dua per tiga dari kekayaan Kota Mekkah, diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam.

Asma' binti Abu Bakar, perempuan yang dijuluki dengan sebutan "perempuan bersabuk dua (dzatun nithaqain) " adalah seorang muhajirah yang agung. Yang mengorbankan jiwa raga dan hartanya hanya untuk Islam. Asma'lah yang mengirim makanan untuk ayahnya di Gua Tsur ketika suasana sedang genting. Dimana orang-orang Quraisy yang sangat benci kepada Islam dan para pejuangnya saat itu memburu Rasulullah untuk dibunuh. Padahal ketika itu Asma' dalam kondisi hamil tua.

Siapa tidak mengenal Fatimah binti Khattab adik Sahabat Rasulullah Umar Bin Khattab? Dengan keberanian, ketegaran dan kesabarannya mengenalkan dan menyampaikan Islam kepada Umar hingga beliau masuk Islam dan menjadi pembela Islam yang tangguh. Juga salah satu pemimpin Islam terbaik yang dikenal karena ketegasan dan kewara'annya.

Demikian pula Sumayyah binti Hubath, Isteri Yasir. Demi mempertahankan keimanannya dia menyatakan penentangannya terhadap orang-orang kafir yang menyiksanya, beserta suami dan anaknya. Hingga akhirnya Sumayyah dan suaminya menemui syahid. Mereka adalah orang yang pertama-tama masuk Islam yang menjadi contoh keteledanan bagi generasi sesudahnya.

Itulah sedikit gambaran sosok perempuan yang memiliki peran istimewa dalam mengawal perubahan masyarakat. Ia tidak hanya terlibat sebagai agen perubah yang senatiasa beramar ma'ruf nahiy munkar di tengah-tengah masyarakat, namun tak sedikitpun mengabaikan perannya sebagai ibu dan pengelola rumah tangga.

Dengan kesempurnaan peran perempuan sebagai ibu kelak akan melahirkan generasi pemimpin masa depan yang akan mengantarkan umat Islam menjadi umat yang terdepan. Umat yang mulia dan disegani oleh musuh.

Dengan kekuatan peran perempuan sebagai istri, mitra sejati suami, pendamping  yang dikasihi, akan muncul sosok-sosok laki-laki sebagai pemimpin keluarga yang mumpuni. Pemimpin umat yang tegas dan berani. Pejuang Islam tangguh yang tak akan pernah bertekuk lutut dihadapan Negara penjajah atau tertipu skenario musuh yang menyesatkan. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version