View Full Version
Selasa, 22 May 2018

Single Lillah, Jangan Baper Ah!

Oleh: Irah Wati Murni, S.Pd

Kapan nikah? Pertanyaan itu mungkin membuat risau nan galau bagi para singlelillah. Meski kini, aku sudah memiliki pasangan hidup, justru aku pun pernah merasakan semua itu karena aku juga pernah menjadi ‘mantan singlelillah’. Dan aku tahu bagaimana rasanya.

Mengapa pertanyaan ‘kapan nikah?’ membuat risau, galau bahkan baper (bawa perasaan) para singlelillah. Karena ada perasaan campur aduk atau nano-nano antara asam, manis dan asin. Kok bisa?

Pertama, kita bingung menjawab apa atas pertanyaan itu karena faktanya saat ditanya kita belum punya calonnya. Betul tidak?

Kedua, kita sudah siap menikah tapi belum ada pangeran berkuda putih atau ikhwan pujaan hati yang siap mengkhitbah dan melamar kita. Entah alasan mereka beraneka ragamnya. Hanya para ikhwan saja yang mengetahuinya.

Ketiga, kita sedih dan baper saat melihat berbagai pasangan sah berpose mesrah dan so sweet yang berseliweran di berbagai akun media sosial kita, dari facebook hingga instagram. Bahkan yang membuat baper lagi, jika kita mendapat undangan pernikahan yang ngantri tiap minggunya. Mereka sudah, aku kapan ya?

Keempat, risau dan galau memilih menikah sambil kuliah atau menyelesaikan kuliah dulu baru nikah. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan pendapat di dalam anggota keluarga. Ia ingin menikah dini tapi kata orangtua nunggu nanti.

Kelima, alasan lainnya yang tersimpan dalam dada sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dimana hanya para singlelillah saja yang bisa merasakannya.

Lantas, bagaimana sebaiknya sikap kita para singlelillah ketika tiba-tiba mendapatkan pertanyaan; kapan nikah? Berikut tips-tips menghadapinya:

1. Dengan wajah berseri-seri, berikan senyum ikhlas kita sembari berkata,”Insya allah, mohon doanya saja.”

2. Positif thinking atau berhusnudzan kepada saudara kita yang menanyakan hal tersebut, sebab dia sudah peduli dengan hidup kita. Artinya dia care dan sayang dengan kita. 

3. Jangan baperan dan ingin segera menikah pada saat itu juga alias ngebet nikah.

Pada intinya kita harus bersabar, sebab semua yang terjadi dalam hidup kita adalah kehendak-Nya. Semuanya sudah digariskan oleh Allah Subhana wa taala. Kita harus meyakini bahwa Allah akan mempersiapkan pendamping hidup kita pada waktu yang tepat. Sebab, Allah maha tahu, sementara kita tidak tahu apa-apa. Bukankah Allah pernah mengingatkan dalam firman-Nya:

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS. Al Baqarah: 216)

Tahukah teman, jika kita baperan maka hati kita akan tidak tenang dan selalu galau jikalau melihat saudara kita menikah atau baru saja mengakhiri masa lajangnya. Kita cenderung berdoa seakan-akan memaksa Allah, aku kapan kok dia sudah menikah, aku kapan?

Bahkan tak sedikit para singlelillah yang mengumbar kegalauan hatinya karena ngebet pengen nikah dengan membuat status-status hati yang provokatif (kepada para ikhwan, seperti mengundang komentar ikhwan, dll), posting foto kesenderian dengan keterangan: menunggumu atau menunggu calon imam sholeh, dan lain sebagainya, hingga tanpa sadar semua itu mengalihkan perhatian dan kepedulian kita pada masalah-masalah umat dan orang-orang yang berada di sekitar kita. Setiap hari hanya meratapi kegalauan hati, menceritakan kesedihan diri, tak jarang hingga ujungnya tanpa sadar kita sudah kufur nikmat pada Allah. Naudzu billah.

Mengapa kita tidak boleh langsung baper ketika ditanya; kapan nikah? Karena pertanyaan dari oranglain yang membuat diri kita baper itu tidak berhenti ketika kita masih jomblo saja. Pertanyaan-pertanyaan tipe baper ini akan berlanjut setelah kita sudah menikah bahkan sampai kita sudah tua, dengan tanpa melihat kondisi dan situasi. Gak percaya?

Ketika seseorang sudah memiliki pasangan hidup yang sah alias sudah menikah, maka beberapa minggu kemudian pasti ada orang yang bertanya: sudah hamil belum nih?, sudah isi belum?. Selanjutnya, ketika seseorang sudah punya anak satu, maka akan ada orang yang kembali bertanya: kapan mau nambah anak lagi? Kapan mau punya anak lagi, kemarin cowok ayo nambah lagi biar dapat cewek. Lalu ketika pasangan itu sudah menjadi kakek-nenek pun pasti ada orang yang bertanya lagi: anaknya sudah pada menikah belum? Sudah punya cucu berapa? Dan seterusnya.

Pertanyaan-pertayaan yang membuat baper di atas pasti akan dialami setiap orang di fase hidupnya, bukan saat sebelum menikah atau saat masih menjadi singlelillah saja tapi akan dihadapi di waktu-waktu berikutnya.

So, mulai saat ini yang masih berstatus singlelillah jangan mudah baperan. Dari pada baperan gak jelas karena mikirin nikah, mending kita giatkan belajar mencari ilmu agama dan berkontribusi positif untuk ummat. Duh, hari gini masih galau mikirin jodoh, gak percaya sama Allah ya?

Udah serahkan saja semuanya pada Allah semata. Yang tahu siapa yang terbaik untuk kita adalah Allah. Yang tahu waktu terbaik kita menikah hanyalah Allah. Yang kita bisa lakukan ialah tetap berdoa, iringi ikhtiar (usaha) dan tentu tawakal kepada Allah Subahana wa taala.

Kita harus yakin bahwa Allah yang memilihkan jodoh untuk kita. Yang terpenting jika kita menginginkan jodoh terbaik dalam hidup kita, maka kita juga harus menjadi terbaik. Sebab, jodoh itu cerminan diri kita.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik,” (Qs. An Nur: 26)

Nah, aku harap untuk kamu yang merasa menjadi bagian para singlelillah maka tetap bersabar ya saudaraku dan yakinlah pada takdir Allah Subhana wa taala. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, lakukan aktifitas positif sebanyak-banyaknya, dan berperan aktiflah membina ummat dalam wadah dakwah. Siapa tahu jodohmu pun satu aktifitas dakwah denganmu atau jodohmu berada dalam barisan pejuang-pejuang agama Allah. Waallahu’alam.

Jauh panggang dari api, jika kita menginginkan imam sholeh tapi diri kita masih berkubang dalam lumpur dosa dan lingkungan jauh dari agama. Gak mau kan?

So, mari berhijrah perbaiki diri karena Allah dan berguna untuk umat dan agama mulia ini. Jodoh itu perkara sepele bagi Allah, yang besar adalah membumikan dakwah islam di tengah-tengah umat akhir zaman ini.

Wahai para singlelillah
Jangan resah…
Jangan gundah…
Jangan galau…
Jangan baperan…
Percayalah! Jodohmu Sudah Allah siapkan. 
Siapakah sutradara terbaik manusia di dunia ini? 

Dari manakah skenario terbaik manusia sejagat raya ini? Jawabnya hanya satu: Allah.

Pikirkan Allah, Maka Allah akan memudahkan segala urusan dan keinginan. Allahu Akbar!

"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu,” (QS. Muhammad: 7)

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

“Dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa,” (QS. Al Hadid : 25)

HAMASAH SINGLELILLAH!!! Ana Uhibukum Fillah. [syahid/voa-islam.com]

Share this post..

latestnews

View Full Version