View Full Version
Selasa, 28 Jul 2020

Jangan Durhaka, Muliakanlah Orangtuamu

 

Oleh: Aisyah Farha

            Baru-baru ini dunia medsos twitter dihebohkan dengan perseteruan sengit antara dua kubu netizen. Satu kubu mengatakan bahwa anak bukan investasi, kubu lainnya mengatakan bahwa memberi orang tua tidak akan miskin. Perseteruan ini berawal dari sebuah akun twiter yang mengeluarkan unek-uneknya karena merasa dibebani oleh orang tuanya.

            Akun tersebut mengatakan bahwa, “anak kerja, tapi gaji harus dikasi ke ortu, sekolahin adik, bayar hutang ortu. Buat diri sendiri harus diirit-irit...”. akun tersebut juga mengatakan “jangan sampai orang tua susah payah menghidupi anak, namun ketika dewasa anak dijadikan alat untuk bayar hutang”. Sontak penyataan ini mengundang banyak komentar.

            Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa pemilik akun tersebut adalah anak yang sombong dan tidak tahu balas jasa. Dia seolah-olah lupa bagaimana orang tua membesarkannya. Apakah ia tiba-tiba menjadi besar seperti saat ini dan dapat bekerja untuk mendapatkan uang secara tiba-tiba?

            Jika kita mengingat kembali susah payahnya orang tua membesarkan kita, maka kita pasti tidak akan tega membuat mereka bersedih. Kita harus sadar, bahwa kasih sayang orang tualah yang membuat kita bisa menjadi seperti saat ini. Coba bayangkan anak kecil yang begitu lemah, tidak dapat mengerjakan sesuatu tanpa dibantu orangtuanya. Apa yang akan terjadi bila saat kita kecil, orang tua kita tidak membantu kita?

            Ayah dan ibulah yang mengajarkan kita berjalan, sehingga saat ini kita bisa menggunakan kaki itu untuk pergi bekerja mencari uang. Mereka jugalah yang telah mengajarkan kita untuk berbicara, sehingga saat ini kita bisa berkomunikasi dalam pekerjaan kita. Lalu bagaimana kita bisa melupakan jasa mereka?

            Mungkin ada diantara kita yang membayar jasa konsultasi atau coaching dalam bisnis kita, 200 juta? 1 milyar? Itu untuk membantu kita dalam berbisnis. Lalu berapa harga yang harus kita bayar untuk orang yang telah mengajarkan kita berjalan dan berbicara? Sedangkan bisa berjalan dan berbicara adalah modal awal dalam berbisnis.

            Sebagai anak kita tidak boleh sombong terhadap orangtua, kita sama sekali tidak berhak untuk angkuh kepada mereka. Orang yang tidak beragama saja mempunyai hati nurani untuk menghormati orang tua mereka. Apalagi kita sebagai umat Islam, agama kita mengajarkan kita untuk menghormati orang tua kita.

            Sebagai pengingat, mari kita resapi lagi bagaimana ajaran Islam dalam memuliakan orang tua.

            Berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang utama dalam Islam. Seperti tersurat dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman:

 وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa’ : 23-24]

            Pertama, Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah. Karena dengan beribadah Allah akan melunakkan hati kita untuk bisa berbuat baik kepada orang tua kita. Allah akan senantiasa menumbuhkan rasa kasih sayang di hati orang yang beribadah kepada Allah.

            Kedua, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Berbuat baik kepada orang tua adalah dengan memuliakannya. Jangan sekali kali melukai hati mereka dengan perkataan kita. Apakah dengan menyinggung atau membentak mereka. Kita diwajibkan oleh Allah berkata yang baik kepada mereka, menjaga perasaannya dan membahagiakan mereka.

Ketiga, Allah memerintahkan kita untuk merendahkan diri di hadapan orang tua kita. Jika kita telah mempunyai penghasilan sendiri, maka berilah sebagian pada orangtua. Jangan sampai mereka meminta-minta pada kita, walaupun pemberian kita sebenarnya tidak dapat membayar semua jasa orang tua kepada kita.

Terakhir Allah memerintahkan kita untuk mendoakan orang tua. Mohonlah agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka, mintalah agar Allah menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita saat kita kecil.

Seperti itulah Islam mengajarkan kita untuk senantiasa berbakti kepada orang tua. Adapun saat ini bila mereka membutuhkan bantuan kita untuk membayar hutang-hutang mereka, maka bantulah. Allah yang akan melimpahkan rizki kepada kita saat kita melaksanakan perintah Allah untuk memuliakan orangtua.

Memberi kepada orang tua tidak akan rugi, justru kita akan beruntung dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google


latestnews

View Full Version