View Full Version
Kamis, 21 Apr 2011

Geliat Penegakkan Syariah Islam di Inggris

Wanita-wanita di Inggris yang tidak memakai jilbab kini "merasa terancam" oleh apa yang orang-orang sebut sebagai "ekstrimis Islam" yang berusaha memaksakan hukum Syariah Islam di Inggris.

Beberapa bahkan menjuluki mereka sebagai "preman Taliban", dilansir dari situs The Sun, kelompok ini sangat menentang homoseksual dan pakaian yang mempertontonkan aurat.

Mereka menempel beberapa stiker di jalan-jalan : "Zona bebas Gay. Sesungguhnya siksa Allah sangat pedih."

Bahkan poster majalah H & M yang menampilkan gambar wanita seronok yang ditempel di tembok-tembok telah mereka tutup dengan cat semprot.

Pernah seorang wanita Asia yang bekerja di sebuah apotek di London timur mereka suruh untuk berpakaian lebih sopan dan memakai jilbab, atau apotek tersebut akan diboikot.

Langkah-langkah kelompok tersebut dalam mempromosikan Islam salah satunya dengan menempel stiker-stiker berisi pesan seperti "zona bebas Gay" dan menutupi poster-poster iklan yang mempertontonkan aurat.

Kontra

Ghaffar Hussain, dari Yayasan Quilliam, yang merupakan yayasan anti-ekstrimisme menjuluki kelompok tersebut dengan sebutan "preman Taliban", seperti dilaporkan Sunday Times.

Tanggapan ulama Inggris Anjem Choudary menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa para individu akan bergerak sendiri ketika mereka melihat seorang wanita Muslim tanpa menggunakan jilbab. Namun Anjem menegaskan bahwa ia hanya memberikan nasihat tentang Islam.

Menanggapi insiden-insiden terakhir tentang ancaman "preman Taliban", Anjem Choudary menyatakan bahwa tuduhan ancaman kematian itu sebagai "benar-benar konyol".

Ia mengatakan: "Ada sebuah kelompok yang menyebarkan Islam, dan jika mereka melihat seorang wanita Muslim tanpa jilbab, mereka mungkin berkata "saudariku, anda wajib untuk menutupi rambut anda." Tidak ada ancaman kematian.

"Ini tentang memberitahu para wanita agar mereka menutupi aurat mereka, tidak ada yang akan mengatakan 'kamu akan dibunuh'".

Kota Tower Hamlets sendiri dianggap beberapa pihak dapat menjadi pusat ekstrimisme Islam di London, karena banyaknya warga Muslim yang taat disitu. Namun tentu saja itu adalah pendapat konyol jika menganggap tempat tersebut tempat berkumpulnya ekstrimis Islam.

Mantan Pekerja BBC Masuk Islam

Baru-baru ini diketahui, Rich Dart, seorang mantan karyawan kelas menengah BBC telah masuk Islam dan tinggal di Bow, London Timur, ia diberi pesangon sebesar £ 300,000 setelah keluar dari BBC.

Meskipun kini tidak bekerja, Rich Dart secara rutin hadir dalam unjuk rasa Muslim, dan baru-baru ini dia ikut berorasi dengan mengatakan "ketika Taliban dapat mengalahkan sekutu, maka kami akan menegakkan hukum Syariah dan melakukan perlawanan kepada musuh."

Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh Abu Rumaysah 27 tahun, yang pernah menyerukan ditegakkannya hukum Syariah di Inggris dalam sebuah konferensi pers yang diadakan bersama syaikh Anjem Choudary, pemimpin kelompok Islam4UK yang kini dilarang.

Pada konferensi pers yang lalu Abu Rumaysah berkata "Natal adalah kebohongan dan sebagai Muslim adalah tugas kita untuk menyerangnya."

"Tapi serangan utama kami adalah kepada buah-buahnya Natal, seperti penyalahgunaan alkohol dan prostitusi yang meningkat selama Natal dan semua kejahatan lainnya yang menyebabkan seperti aborsi, kekerasan domestik dan kejahatan.

"Kami berharap bahwa kampanye-kampanye kami akan membuat orang menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya cara untuk menghindari hal-hal tersebut dan mereka akhirnya masuk Islam." [muslimdaily.net]


latestnews

View Full Version