View Full Version
Rabu, 06 Feb 2013

OKI Ingin Mewakili Umat Islam Di Dalam Dewan Keamanan PBB

KAIRO, muslimdaily.net, - Organisasi Negara Muslim terbesar di dunia, OKI, berusaha memiliki kursi di Dewan Keamanan PBB untuk mewakili lebih dari satu miliar umat Islam di seluruh dunia, Arab News melaporkan pada hari Selasa 5 Februari, sebagaimana dilansir onislam.net.

"Salah satu tujuan penting yang dari hal itu saya telah mengerahkan banyak upaya adalah untuk memiliki kursi OKI di Dewan Keamanan guna mewakili 1,5 miliar Muslim di dunia," kata Ekmeleddin Ihsanoglu, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), kepada wartawan.

Salah satu dari enam organisasi di bawah payung PBB, Dewan Keamanan dibebankan dengan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Kekuasaannya meliputi pembentukan operasi penjaga perdamaian, pembentukan sanksi internasional dan otorisasi tindakan militer.

Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 anggota, termasuk lima anggota tetap yang memiliki hak veto - Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris dan China. Ada juga 10 anggota tidak tetap, dengan lima terpilih setiap tahunnya untuk masa kerja dua tahun.

Pernyataan sekjen OKI yang membawahi 57 negara muslim ini dibuat saat sejumlah kepala negara mulai berdatangan di Kairo untuk menghadiri KTT OKI.

"KTT Kairo diharapkan akan berbeda dari yang sebelumnya dalam arti bahwa para pemimpin Muslim akan membuat keputusan besar untuk menghadapi tantangan saat ini dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi umat," kata Ihsanoglu kepada Arab News.

Didirikan pada bulan September 1969, OKI merupakan organisasi internasional terbesar kedua setelah PBB. Organisasi ini memiliki 57 anggota yang bertujuan untuk mempromosikan solidaritas antara negara-negara Muslim.

Sekjen OKI juga mengatakan bahwa sentimen anti-Islam di Barat akan menjadi agenda pada KTT di Kairo kali ini.

"Islamophobia adalah bentuk kontemporer rasisme dan diskriminasi dan akan menjadi agenda pada KTT Kairo," kata Ihsanoglu.

"Kami tetap teguh dalam bertekad untuk memerangi Islamophobia sampai fenomena ini ditangani secara efektif. Mereka memiliki (kelompok ekstrim kanan di barat) agenda yang termotivasi oleh kebencian dan diskriminasi rasial, stereotip dan stigmatisasi tentang Islam dan Muslim."

"Serangan mereka terhadap Muslim dan bertindak untuk mencemarkan citra suci Nabi (saw) dimaksudkan untuk memprovokasi dan menghasut kebencian dan kekerasan dan menciptakan perpecahan dan mengacaukan perdamaian dan harmoni antar masyarakat." [har]


latestnews

View Full Version