View Full Version
Senin, 01 Jul 2013

Pemerintah Inggris Gagal Lindungi Umat Islam

LONDON,muslimdaily.net, - Sebuah penelitian terbaru telah memperingatkan bahwa sekitar setengah dari masjid dan pusat Islam di Inggris telah mengalami serangan Islamofobia sejak peristiwa Woolwich, dimana analis politik menyalahkan pemerintah karena kurangnya kemauan politik untuk mengatasi masalah ini semakin memperburuk situasi.

"Tidak diragukan lagi, telah menjadi lonjakan insiden anti-Muslim sejak pembunuhan Woolwich," kata Profesor Nigel Copsey, dari Teesside University, dan penulis penelitian tersebut kepada The Independent pada hari Sabtu, 29 Juni, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

"Sebuah keprihatinan yang jelas sekarang adalah apakah jumlah insiden kejahatan karena kebencian berubah ke tingkat 'normal' atau apakah Woolwich telah menjadi perubah dalam hal meningkatkan kejadian yang mendasari kebencian anti-Muslim dalam jangka panjang."
 
Penelitian yang dilakukan oleh The Independent, menunjukkan bahwa antara 40 dan 60 persen dari masjid dan pusat Islam lainnya (berjumlah sekitar 700) telah menjadi target serangan setelah peristiwa Woolwich.

Jumlah serangan anti-Islam telah meningkat hampir sepuluh kali lipat setelah pembunuhan Woolwich terhadap Drummer Lee Rigby.

Tidak hanya di masjid-masjid. Penelitian ini memperingatkan bahwa serangan Islamofobia yang menyebar di seluruh Inggris juga telah menargetkan Muslim di rumah mereka pada bulan lalu.

Data Copsey sebagian besar berdasar dari pengawas Islamophobia, Tell Mama, yang menunjukkan peningkatan serangan hampir sembilan per hari segera setelah pembunuhan Woolwich.

Menurut Tell Mama yang memonitor serangan anti-Muslim di Inggris, 212 "insiden anti-Muslim" telah dilaporkan setelah serangan Woolwich. Angka tersebut termasuk 11 serangan terhadap masjid, dalam serangkaian sentimen anti-Muslim. Serangan tersebut diperkirakan dilakukan oleh  EDL karena terdapat tulisan EDL, KKK [The Ku Klux Klan], NF [The National Front] yang disemprotkan di dinding masjid.

"Apa yang penting tentang analisis kami adalah sejauh mana kelompok kanan terlibat dalam kejahatan rasial anti-Muslim," kata Copsey.

Kurangnya Niat Pemerintah

Mengomentari laporan tersebut, seorang penasihat pemerintah mengkritik pemerintah mengenai 'kurangnya kemauan politik' untuk mengatasi Islamophobia.

"Masih ada kemauan politik untuk mengatasi munculnya serangan Islamofobia di Inggris," kata seorang penasehat senior pemerintah, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada The Independent.

Seorang juru bicara Departemen Masyarakat dan Pemerintah Daerah berkilah bahwa mengatakan Islamofobia tidak punya tempat di Inggris.

"Tidak ada tempat bagi kebencian anti-Muslim atau jenis kebencian lain di Inggris, dan kami berkomitmen untuk mengatasi masalah yang tidak dapat diterima ini," katanya.

Berbagai aksi anti Islam tengah melanda Inggris beberapa waktu terakhir. Minggu lalu, sebuah masjid di wilayah West Midlands  dievakuasi setelah ditemukannya bom di area masjid. Tiga jamaah Muslim juga ditusuk setelah shalat Isyak di Birmingham tiga minggu lalu. [ahr]


latestnews

View Full Version