

Bagi parapemuja Pak Jokowi, saya sarankan satu hal: Bertobatlah.
Kalian adalah korban pencitraan yang intens dan masif selama belasan tahun sampai akal sehat ditinggalkan.
Menganggap Pak Jokowi sebagai presiden terbaik itu bukan analisis.
Itu halusinasi.
Akibat cinta berlebihan yang tidak melibatkan akal sehat.
Perbanyak literasi. Perbanyak wawasan.
Pemimpin tidak layak dicintai sebesar itu. Pemimpin bukan pasangan hidup. Pemimpin dipilih dan dinilai secara rasional bukan dicinta tanpa syarat.
Coba konfirmasi kekaguman kalian dengan data dan fakta, jangan membabi buta, sampai setiap kritik dianggap sebagai serangan lalu dibalas dengan hujatan dan cacian pada yang menyampaikan kritik.
Kalau punya narasi, data dan bukti yang mendukung keyakinan kalian, tunjukkan!!
Pak Jokowi bukan nabi. Ia pemimpin ambisius yang tidak layak dibela dengan membabi buta.
Dalam kepemimpinan negara tidak ada ruang untuk pemujaan. Sadarlah dan tobatlah!
Tidak mengapa terlambat daripada tidak sama sekali. [PurWD/voa-islam.com]
Sumber: video nandang sutisnachanel, milik Dr. Ir. Nandang Sutisna, M.B.A.
✍????Pakar Manajemen Publik, title: Buat para pemuja pak jokowi tobat lah, telat gpp daripada gk sama sekali.