View Full Version
Jum'at, 25 Oct 2013

Mengapa Terjadi Perang Puputan Antara Anas-SBY?

Jakarta (voa-islam.com) Mantan Ketua Umum Partai Demokrat,  Anas Urbangingrum, dan dengan nada ngeledek, ketika di tanya wartawan, Rabu (23/10/2013), apakah dirinya sudah siap di tahan KPK? Anas menjawab, saya siap 1000 persen, ungkapnya.

Mengapa Anas Urbaningrum yang dahulunya menjadi shohib SBY, tetapi sekarang seperti menjadi musuh. Masing-masing menabuh genderang perang. Gayang-menggayang. Tak ada lagi yang namanya "ta'liful khulub" (ikatan hati), antara Anas-SBY, dan yang ada saling benci dan bermusuhan. Ini tidak main-main. Kemarin, SBY menegaskan akan menyelesaikan Anas, usai pemilu 2014.

Sampai sekarang Anas belum dijebloskan ke dalam tahanan KPK. Entah karena apa? Tetapi, Anas Urbaningrum, politisi muda, mantan Ketua Umum HMI itu, nampak selalu santun, dan bicara tertata dengan baik. Tidak berbicara dengan nada emosional. Datar.

Bahkan, ketika Anas mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, karena status sudah menjadi tersangka, dan saat melakukan konferensi pers, walaupun Anas memendam emosi yang tinggi, tetapi bicaranya tetap tertata dan tertib, tidak menunjukkan sikapnya yang ke kanak-kanaknya.

Tetapi, Anas Urbaningrum yang merasa di dzalimi SBY itu, mengeluarkan nada ancaman, dan mengatakan, "Saya akan membuka halaman-demi halaman buku itu", ucapnya. Maksudnya, Anas Urbaningrum, pasti tahu jerohan SBY, dan ini akan membuat posisi SBY menjadi sangat sulit. Bukan hanya SBY, tetapi keluaraga Cikeas akan berantakan.

Makanya, sejatinya kemarahan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap Anas Urbaningrum diduga bukan karena manuver yang dilakukan lewat Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), organisasi bentukan Anas.

Tetapi, menurut pengamat politik Tjipta Lesmana menduga, SBY ketakutan dengan segala serangan dari Anas lantaran tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Sport Centre Hambalang itu memegang kartu AS SBY.

"Kemungkinan Anas memegang info yang sangat rahasia, bukan karena PPI-nya. Kemungkinan Anas punya kartu truff, punya info yang rahasia," kata Tjipta di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2013).  
Seharusnya, kata Tjipta, SBY tidak perlu khawatir dengan langkah politik Anas. Pasalnya, dilihat dari sisi mana pun saat ini Anas masih akan sulit melawan SBY.
 
"Kalau saya jadi SBY saya enggak perlu takut. Anas memerlukan waktu lama untuk meningkatkan kekuatannya. Mestinya SBY enggak perlu takut," sindirnya.

Tetapi, Anas berdiri kokoh seperti karang menghadapi SBY. Tak berkecil hati. Ini menandakan Anas Urbaningrum, memang memiliki posisi tawar (bargaining) yang kuat menghadapi SBY. Jika Anas Urbaningrum "menguap" seperti Bendahara Umum Demokrat, Mohamad Nazaruddin, maka  bagaimana nasib SBY nanti? Benar-benar skenario yang buruk bagi SBY konflik dengan Anas.

Anas Urbaningum menghadapi SBY bukan dengan tangan kosong. Apalagi, Anas yang mantan Ketua Umum HMI itu, memiliki jaringan pendukung yang kuat di Demokrat, dan dilakalangan grassroot (akar rumput). Ini tidak mudah bagi SBY melumat Anas Urbaningrum dengan sekali gebrakan.

Apalagi, SBY sudah nampak semakin melemah pengaruhnya, ini terbukti dengan gagalnya Ruhut Sitompul yang dijagokannya menjadi Ketua Komisi III, kemudian  keluarnya Perpu MK oleh SBY, juga mendapatkan tantangan yang sangat keras dari DPR, dan bahkan ada ancaman dari sejumlah anggota Fraksi di DPR yang akan memakzulkan SBY. Memang SBY dan Demokrat semakin melemah. Wallahu'alam.


latestnews

View Full Version