View Full Version
Kamis, 21 Nov 2013

Nasib Anak-Anak Suriah dan Palestina Sangat Menyedihkan

Damaskus (voa-islam.com) Nasib anak-anak Suriah dan Palestina sama. Mereka kondisinya sangat menyedihkan. Bahkan ini sebuah disaster (bencana). Anak-anak di Suriah dan Palestina, mereka menjadi korban perang, dan kejahatan Zionis-Israel. Sekarang kondisinya jauh lebih buruk, dibandingkan dengan anak-anak Ethiopia atau Somalia, akibat kelaparan.

Akibat perang yang sangat dahsyat itu, anak-anak di Suriah yang  tewas telah meningkat, dan  lebih hampir 12.000 sejak perang  pecah di Suriah , ungkap kata Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia ( SNHR ) pada hari Rabu, 21/11/ 2013.

Sekitar 12.000 anak-anak tewas dan 350.000 lainnya luka atau cidera akibat kekerasan oleh pasukan rezim di Suriah,  antara Maret 2011 dan November 2013 , di antara korban tewas , 8.413 anak laki-laki dan 3.614 anak perempuan.

Bahkan, pasukan rezim Bashar al-Assad, melakukan teror dengan memutilasi korban anak-anak, dan diletakkan didepan pintu rumah penduduk yang menjadi pendukung para pejuang Islam. Sebuah kekejaman luar biasa, akibat perang. Begitu pula, ratusan anak-anak di Suriah yang tewas akibat serangan senjata pemusnah massal (gas sarin) oleh pasukan Bashar al-Assad.

Pernyataan  SNHR mengatakan bahwa 560 anak-anak dibunuh dengan benda tajam, 92 disiksa dan dibunuh dan 10 dari mereka mati kelaparan . Di antara anak-anak tewas, 2.344 yang berusia di dibwah 10 tahun.

Sementara itu, hampir 3 juta penduduk Suriah diaspora (berpencar) ke berbagai negara, mencari perlindungan dari ancaman perang, seperti di Turki, Lebanon, dan Yordania. Mereka mengalami  penderitaan yang sangat hebat, sekalipun mereka jauh dari bahaya perang.

Dibagian lain, Ihab Ghussein , juru bicara Pemerintah Hamas di Gaza, menyerukan kepada masyarakat internasional mengirim delegasi ke Jalur Gaza, guna  melihat langsung  penderitaan rakyat Palestina akibat embargo dan  serangan Israel yang terus-menerus. Di Gaza bukan hanya kelaparan, tetapi kehidupan masyarakat mengalami penurunan tingkat kualitas hidup mereka.

Ghussein mengatakan selama  masa   sidang  Dewan Legislatif Palestina di Gaza, menegaskan bahwa rakyat Palestina mengalami krisis kemanusiaan yang sangat sulit di Jalur Gaza, akibat dampak dari pembatasan  dan blokade Israel  yang diberlakukan selama 7 tahun terakhir ini.

Dia menunjukkan implikasi serius pengepungan Israel terhadap aspek kehidupan di Gaza , mengatakan bahwa banyak pasien meninggal setelah dicegah bepergian keluar Gaza mendapatkan  pengobatan. Rezim Zionis-Israel melakukan larangan keluar masuk  penduduk Gaza, bahkan mereka yang sakit sangat parah pun dilarang meninggalkan Gaza.

Ghuseien mencatat dengan kekurangan bahan bakar,  dan krisis listrik menyebabkan  terjadinya krisis kemanusiaan yang nyata di Gaza, dan tanpa ada perhatian dari negara-negara Islam, tetangga  seperti negara Arab Teluk. Negara Arab lebih sibuk memikirkan krisis nuklir dengan Iran, ketimbang  memikirkan nasib anak-anak atau rakyat Muslim, di mana mereka sekarang menghadapi bencana kemanusiaan akibat perang dan embargo Zionis-Israel.

Juru bicara pemerintah Hamas menunjukkan kepada masyarakat internasional, betapa telah terjadi  eskalasi militer  Israel yang bertepatan dengan ulang tahun pertama agresi Israel di November 2012, yang berlangsung selama satu bulan, dan menewaskan lebih 300 anak, dan ratusan warga  Palestina lainnya.

“Organisasi Hak Asasi Manusia Internasional, berulangkali   menegaskan upaya mereka meringankan pengepungan Israel di Jalur Gaza dan memperingatkan implikasi yang serius terhadap rakyat Palestina . Tetapi, semua itu tidak pernah mendapatkan respon dari Zionis-Israel, dan justru sebaliknya Israel meningkatkan pengepungannya dan serangan militer ke Gaza.

Pusat Hak Asasi Manusia Palestina ( PCHR ) telah mengadakan pertemuan di kantor pusatnya di Gaza hari dengan perwakilan sejumlah bantuan lokal dan internasional serta organisasi kemanusiaan , Selasa, 19/11/2013.

Organisasi-organisasi yang hadir, termasuk Komite Palang Merah Internasional dan  Lembaga Hak Asasi Manusia Internasional, sejumlah organisasi lainnya, mereka kembali menyerukan agar pengepungan Israel diakhiri, dan pengepungan sebuah tindakan yang sangat tidak adil.

Para pemimpin dunia sampai hari ini, nampaknya kurang menyadari dampak dari serangan dan blokade Zionis-Israel, dan bentuk hukuman kolektif yang dikenakan pada warga Gaza secara total, sejatinya sebuah pelanggaran hukum humaniter internasional .

Wahai Muslim! Nasib saudara kita di Suriah dan Palestina, benar-benar dalam bencana, maka berilah perhatian kepada mereka. Karena, mereka itu merupakan saudara kita, dan wajib menolong mereka, dan menolong mereka bisa dengan berbagai cara.

Betapa jika kita melihat wajah anak-anak yang masih kecil, dan mereka dalam penderitaan sangat luar biasa, akibat perang, dan kejahatan Zionis-Israel, tanpa ada perhatian kepada mereka. Mengapa mereka harus kita biarkan. Mereka hidup di kamp-kamp pengungsi, di tengah himpitan perang,  dan  boikot yang menyuramkan masa depan mereka. Hasbunallah wa ni’mal wakil. Wallahu’alam.


latestnews

View Full Version