View Full Version
Ahad, 15 Dec 2013

Perdana Menteri Haniyah : Selamatkan Muslim Gaza Dari Kematian!

GAZA CITY (voa-islam.com) Segala penderitaan sudah dialami Muslim Palestina. Sejak berdirinya negara penjajah Zionis-Israel di tahun l948. Pembantaian sudah berulangkali. Perang dan invasi militer Zionis-Israel ke Palestina dan negara-negara Arab, sudah berkali-kali. Pembunuhan tokoh-tokoh Palestina sudah tidak berhitu lagi.

Penderitaan Musllim Palesti sudah sempurna. Sejak tahun 2006 diembargo Zionis-Israel. Mengalami kelaparan, kurang pasokan listrik. Penduduk yang sakit banyak yang meninggal. Karena rumah sakit  tidak dapat beroperasi. Muslim Palestina benar-benar tercekik. Semua itu masihs belum cukup.

Rezim militer di Mesir, menghancurkan hampir 500 terowongan di sepanjang perbatasan Rafah-Gaza, dan mengakibatkan penderitaan lebih dahsyat lagi. Kapal-kapal penangkap ikan di bakar oleh pasukan militer Mesir. Sehingga, nelayan kehilangan mata pencaharian, dan rakyat Gaza semakin tidak mendapatkan protein bagi kehidupan mereka.

Sekarang,  Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyah meminta Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Al - Arabi segera melaksanakan keputusan Liga Arab, menghentikan pengepungan terhadap Gaza dan mengizinkan masuknya semua kebutuhan dasar melalui perbatasan Rafah . Penghentian blokade menjadi keputusan Liga Arab, ketika berlangsung pertemuan di Cairo, awal 2013 lalu.

Tetapi, keputusan Liga Arab itu, tak ada realisasinya, dan membiarkan Muslim Palestina terus menghadapi embargo oleh Zionis-Israel. Perdana Hamas Ismail Haniyah, mengulangi kembali permintaannya, agar Liga Arab segera merealisasikan keputusannya, dan membuka blokade oleh Zionis-Israel.

Taher Al - Nunu , penasihat  Haniyah , mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat pada hari  Perdana Menteri Hanihya menyerukan  kepada Sekjen Liga Arab, al- Arabi melalui pembicaraan  telepon dan memberitahu al-Arabi tentang kondisi hidup yang sulit di Gaza, Sabtu, 14/12/2013.

Al-Arabi , mengatakan bahwa dia akan menindaklanjuti perkembangan peristiwa di Gaza dan melakukan  kontak dengan negara-negara Arab , dan  mengirim bantuan ke wilayah Gaza. Tetapi, belum jelas komitmen al-Arabi untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin membuka blokade terhadap Gaza.

Haniyah telah meminta kepada para pemimpin dunia segera masuk ke Gaza dan menemukan solusi untuk mengatasi krisis bahan bakar dan listrik di Gaza dan mengakhiri pengepungan, ujarnya, Jum’at, 13/12/2013.

Perdana Menteri Haniyah mengatakan selama kunjungan Menlu Amerika John Kerry, Menlu Rusia Lavrov, yang melakukan pertemuan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, belum ada kesatuan sikap mengakhiri blokade terhadap Gaza, dan sengaja membiarkan Muslim Gaza, mati secara perlahan-lahan dan bertekuk terhadap Zionis-Israel. 

Zionis-Israel terus membangun pemukiman baru di daerah pendudukan, dan seraya penduduknya, dan menghancurkan Masjidil al-Aqsha, tanpa menghiraukan seruan masyarakat internasional.

Mengapa Muslim sedunia tidak peduli dengan kondisi di Palestina. Sementara, menaruh perhatian terhadap kekejaman Bashar al-Assad di Suriah. Sejatinya, kejahatan Zionis-Israel tidak kalah kejinya dibandingkan dengan Bashar al-Assad. Wallahu'alam


latestnews

View Full Version