View Full Version
Senin, 10 Feb 2014

Mengapa Indonesia Sangat Lemah Menghadapi Australia?

JAKARTA (voa-islam.com) - Mengapa pemerintah SBY begitu lemah menghadapi Australia? Sebagai bangsa besar yang memiliki posisi geopolitik sangat strategis. Berpenduduk 250 jukta. Presiden SBY melakukan keputusan yang sangat menusuk hati dan perasaan bangsa. Dengan membebaskan “Ratu” narkoba, Schapelle Corby. Sebagai bangsa kita menjadi tidak berharga dan hina.

“Ratu” narkotika asal Australia, Schapelle Corby dibebaskan dari penjara Kerobokan, Bali, Senin (10/04) setelah sembilan tahun menjalani hukuman. Corby divonis 20 tahun penjara pada tahun 2005, karena berusaha menyelundupkan mariyuana ke Bali.

Kasusnya menarik perhatian yang sangat besar pemerntah Australia, dan menimbulkan debat publik berkepanjangan mengenai apakah ia benar bersalah atau tidak. Permohonan pembebasan bersyarat Corby dikabulkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin pada Jumat (07/04).

"Alasan kami adalah sebagai negara yang menegakkan hukum, bermartabat dan tidak pandang orang, sepanjang aturannya terpenuhi dan sudah sesuai Undang-Undang," kata Amir kepada wartawan saat itu.

Sementara, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan menyambut baik keputusan itu. Canberra telah memberikan dukungan penuh atas pembebasan Corby sejak permohonan dimasukkan pada Oktober 2012. "Saya harap ia bisa mendapatkan privasi untuk menata kembali hidupnya," kata Bishop. “Corby harus menetap di Bali hingga seluruh proses hukumnya usai sekitar 2017”, tambah Bishop.

Sebelumnya, pemerintah Australia mengatakan akan menjamin secara resmi bahwa narapidana narkotika Schapelle Corby akan mematuhi hukum,  jika ia diizinkan bebas bersyarat.  Pernyataan itu datang dari Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr dalam surat resmi pada pemerintah Indonesia. Dalam surat itu, Carr mengatakan Corby akan mengikuti peraturan wajib lapor yang disyaratkan pada semua napi bebas bersyarat.

Warga negara Australia ini divonis 20 tahun pada 2005 karena terbukti menyelundupkan ganja seberat empat kilogram dan belum lama ini ia mendapat remisi lima tahun. "...Hukumannya adalah peringatan bagi siapa saja yang berpikir untuk terlibat dalam aktivitas ilegal di luar negeri," kata Carr.

"Tetapi sebagian besar rakyat Australia akan setuju bahwa ia telah menjalani masa hukuman yang cukup dan layak mendapat kesempatan untuk mengajukan pembebasan bersyarat," tambahnya.

Intervensi Australia

Sementara itu, Gusti Ngurah Wiratna, kepala Lapas Kerobokan mengkonfirmasi surat telah diterima para pejabat terkait. "Surat itu adalah intervensi oleh pemerintah Australia untuk mempercepat proses pembebasan bersyarat," kata Wiratna seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Menurut Wiratna, pengacara Corby belum mengajukan permohonan secara resmi. "Begitu saya menerima berkas permohonan, saya akan membentuk tim yang terdiri dari tujuh pejabat lembaga pemasyarakatan untuk mengevaluasi apakah Corby layak mendapat pembebasan bersyarat atau tidak," kata dia.

Berdasarkan hukum Indonesia, seorang narapidana dapat mengajukan pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukumannya. Hingga saat ini, 16 orang narapidana asing telah diberikan pembebasan bersyarat di Indonesia tapi tidak seorang pun yang dipenjara di wilayah hukum Bali.

Sungguh keputusan pemerintah Indonesia dengan membebaskan “Ratu” marijuana ini akan menjadi preseden yang sangat buruk, bahwa Indonesia bersikap lemah kepada pelaku penyelundup narkoba, dan lemah dalam menhadapi tekanan asing. Pemerintah Indonesia tidak memiliki sikap tegas, dan membela kepentingan nasionalnya, terutama terhadap ancaman keamanan, dan perdagangan narkoba yang sudah menghancurkan bangsa.

Betapa masa depan Indonesia, sebagai bangsa akan menjadi bangsa yang sangat lemah, karena banyaknya generasi baru yang terkena narkoba. Bangsa lemah, tidak akan menjadi bangsa yang  maju dan mampu menghadapi tantang masa depan. Semua dari ketidak tegasan pemimpinya, Presiden SBY.

Pemerintah Indonesia juga menunjukkan sikapnya yang sangat lemah, di mana pemerintah Australia yang sudah melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden, tetapi Jakarta tidak mengambil sikap dana tindakan apa-apa, kecuali menarik duta besarnya. Sunngguh sangat lemah Indonesia menghadapi Australia. Wallahu’alam. 


latestnews

View Full Version