View Full Version
Jum'at, 14 Mar 2014

Memillih Menjadi Pengikut Partai Allah atau Partai Setan?

JAKARTA (voa-islam.com) - Tidak banyak pilihan. Hanya dua. Tidak ada istilah ‘abu-abu’ (grey area).  Itulah ketetapan Allah Rabbul Alamin. Sejatinya manusia itu diberi pilihan sangat mudah. Tidak rumit. Tidak ada ‘multiple choice’.

Di mana dengan ‘multiple choice’, terkadang membingungkan manusia. Jika memahami semua kehendak Allah Rabbul Alamin, begitu mudahnya kehidupan ini. Hanya setiap pilihan yang dipilih manusia itu, pasti mengandung akibat, terutama bagi manusia.

Allah Rabbu Alamin, mempergilirkan waktu, siang dan malam, dan semuanya itu, hanya diperuntukan bagi manusia, sebagai bentuk sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim dari Allah Rabbul Alamin. Begitu pula manusia hanya akan memilih menjadi orang mukmin atau kafir? Memilih syukur atau kufur? Memilih haq atau bathil? Memilih halal atau haram? Memilih surga atau neraka? Memilih nikmat atau laknat? Memilih menjadi menjadi shiddiq atau kadzib ? Memilih menjadi pengikut Allah atau menjadi pengikut setan?

Pengikut Allah

Orang-orang Mukmin memilih Allah sebagai tujuannya hidupnya. Rasul sebagai ‘suri tauladan’nya. Al-Qur’an menjadi ‘dustur’ (undang-undang)nya, Jihad fi sabilillah sebagai jalan hidupnya, dan mati syahid menjadi cita-cita tertingginya.

Karena itu, orang-orang Mukmin hanya menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya, hanya Allah satu-satunya Dzat yang layak disembah atau diibadahi,  dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Orang-orang Mukmin hanya berhukum kepada hukum-hukum Allah secara mutlak, tidak menyerahkan wala’nya (loyalistasnya) kepada orang-orang kafir musyrik, memerangi kafir musyrik, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, tolong-menolong dalam taqwa dan kebaikan (ta’awanu alal birri wat taqwa), menjunjung tinggi ukhuwah, dan saling menasehati dalam kebaikan dan sabar.

Golongan seperti itu yang dinisabatkan sebagai ‘Partai Allah’ (Hisbullah), dan layak orang-orang Mukmin berhimpun di dalamnya, dan akan mendapatkan jaminan kemenangan dari Allaha Rabbul Allamin.  

Orang-orang Mukmin pasti akan berhimpun dalam barisan – kafilah panjang yang hanya menjadi ‘jundullah’ (tentara) Allah, meninggikan kalimatullah (kalimat Allah), selalu menyeru kepada al-haq, dan tidak akan pernah bersekutu kepada para penyeru kekufuran dan kemusyrikan. Orang-orang Mukmin yang akan menjadi sebauh kelompok ‘tha’ifah mansyurah’ (kelompok yang dijamin masuk surga), dan orang-orang Mukmin yang bersegera mengharapkan ampunan-Nya.

Orang-orang Mukmin yang bersegera mengharapkan ampunan itu, pasti akan mendapatkan balasan (jaza’) dari Allah Rabbul Alamin, berupa surga yang luasnya, seluas langit dan bumi.

Pengikut Setan

Mereka orang-arang yang kufur kepada Allah. Tidak mau bertahkim atau berhukum kepada hukum Allah-Rabbul Alamin. Orang-orang yang memberikan wala’nya kepada musuh-musuh Allah, Rasul, dan orang-orang Mukmnin. Mengajak manusia tolong-menolong dalam kesesatan dan kejahatan. Menghalalkan yang diharamkan oleh Allah Rabbul Alamin. Tidak jujur dan berkianat. Berdusta dan tidak amanah. Selalu membuat kerusakan dan kekacauan dalam kehidupan. Menghalang-halangi manusia kembali ke jalan Allah Rabbul Alamin. Golongan seperti dinisbatkan sebagai ‘Partai Setan’ (Hisbussyaithan).

Para pengikut syetan sekarang ini berhimpun dalam berbagai ‘hizb’ (partai), yang secara dhahir (nyata) selalu mengkampanyekan kemusyrikan, kekufuran, kabathilan, kesesatan,  janji-jani dusta dan palsu, menipu umat atau rakyat dengan  sadar, mengajak berwala’ kepada orang-orang kafir musyrik, menentang dan memusuhi Allah, Rasul, dan orang-orang Mukmin, menghalangi-halangi manusia kepada jalan kebenaran.

Mereka berjuang dengan sekeras-kerasnya menegakkan  sistem kufur, dan menghancurkan aqidah, iman orang Mukmin, lewat sarana-sarana media mereka dengan berbagai acara yang sangat merusak. Tujuannya hanya satu, membuat umat dan bangsa Indonesia semakin jauh dari Rabbnya.

Para pengikut ‘Hisbussyaithan) selalu mengkampanyekan tentang keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran, tetapi sejatinya semua itu palsu. Kampanye para pengikut ‘Hisbussyaithan’ yang dibungkus dengan kemasan yang menjijikkan lewat telivisi yang mereka miliki itu, akhirnya membuat manusia dan orang-orang yang lemah, hanya menjadi budak ‘setan’, budak ‘hawa nafsu’, dan hanya menemukan kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

Lihat nanti. Mereka akan menyesal. Di dunia dan akhirat. Karena mereka memilih  menjadi pengikut, pendukung, dan pemilih ‘Hisbussyaithan’. Mereka berbondong-bondong ke kotak suara, dan mencelupkan jari mereka, dan akan berbekas selamanya, bahwa jarinya telah ditandai dengan tinta, sebagai bukti memberikan dukungannya kepada 'Hisbussyaithan', April nanti. Wallahu’alam                                                                                                            


latestnews

View Full Version