View Full Version
Kamis, 10 Sep 2015

Demonstran di London Menyerukan Penangkapan Penjahat Perang Netanyahu

LONDON (voa-islam.com) - Perdana Menteri Zionis-Israel Benyamin layak ditangkap atas kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang. Netanyahu melakukan agresi militer ke Gaza, dan menggunakann kekuatan militer secara masive, dan telah meluluh-tantakkan Gaza, serta menimbulkan korban yang tewas dalam jumlah besar, dan korbannya anak-anak, perempuan, dan orang-orang tua.

Para demonstan yang berkumpul di luar kantor perdana menteri Inggris, Downing Street, menyerukan Perdana Menteri Inggris David Cameron menjatuhkan sanksi terhadap Israel sebagai penjahat kemanusiaan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tiba di Inggris, Rabu, 10/8/2015.

Netanyahu melakukan kunjungan dua hari ke Inggris bertujuan membahas berbagai isu termasuk pembicaraan damai, dan tentangn pemukiman Yahudi yang menjadi kecaman terhadap Israel, dan dunia internasional.

Sementara perdagangan antara Inggris dengan Israel tetap berjalan dengan tingkat terendah. Akibat hampir perusahaan di Eropa menolak barang-barang dari Israel. Dibagian lain, dukungan publik Inggris dan negara-negara Uni Eropa  terhadap Netanyahu terus  menurun selama tahun lalu. Rakkyat Inggris mengeluarkna  petisi yang menyerukan penangkapan terhadap Netanyahu yang telah melakukan  "kejahatan perang", dan petisi itu mendapatkan dukungan lebih dari 100.000 penandatangan.

Protes, yang diselenggarakan oleh Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) dengan dukungan dari berbagai kelompok termasuk War on Want, Palestina Forum di Inggris, Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir (CND), Hentikan Perang, dan Inggris Muslim Initiative, berlangsung di  Downing Street. Demonstran menyerukan Perdana Menteri Cameron untuk "menjatuhkan sanksi dan embargo senjata segera di Israel."

Selain itu, mereka juga menyampaikan surat ke Downing Street, menyerukan Inggris mengadili  "kejahatan perang" Netanyahu selama serangan Israel atas Gaza di musim panas 2014. "Perdana Menteri Israel, Netanyahu memikul tanggung jawab langsung atas kejahatan perang yang diidentifikasi oleh Dewan HAM PBB, berikut serangan brutal Israel di Gaza musim panas lalu, yang menewaskan lebih dari 2.000 perempuan Palestina, anak-anak dan laki-laki dalam waktu tujuh minggu", tegas para pengunjuk rasa dan petisi,

Surat itu berbunyi. "Kejahatan perang juga sedang dilakukan melalui kehadiran pemukim Israel di Tepi Barat, yang bertentangan dengan Konvensi Jenewa 1949. Pemukiman ilegal itu, mereka hidup di tanah Palestina, dan terus memperluas pemukiman di bawah pemerintahan Netanyahu, serta mencaplok terhadap wilayah Palestina 

"Kami mendesak Perdana Menteri  Cameron mempertimbangkan kembali kunjungannya dan tidak mengizinkan  Netanyahu ke Inggris, dan  segera melakukan embargo senjata  dan sanksi terhadap Israel sesuai dengan hukum internasional dan mengakhiri pendudukan dan blokade Gaza", tambah petisi itu.

Netanyahu dan Cameron akan bertemu pada Kamis untuk membahas hubungan internasional di Timur Tengah, perjuangan melawan ISIL, serta perjanjian bilateral", Inggris telah berada dalam cengkeraman Zionis. 

Zionis-Israel dan Netanyahu kehilangan dukungan dari sejumlah negara Uni Eropa, dan rakyat di kawasan itu, atas segala kejahatan dan kekejian yang dilakukan terhadap bangsa Palestina, tanpa henti-henti, sampai hari ini. Zionis-Israel terus memperluas pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, seperti di Tepi Barat. Bahkan, Zionis terus berusaha menghancurkan al-Aqsha dengan menggunakan kelompok Yahudi Ortodok, menyerang tempat suci umat Islam itu.

Kejahatan yang tanpa tara itu,  tak layak, sebuah negara seperrti Inggris, yang mejunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, membiarkan dan Perdana Menter Cameron bersedia bersanding dengan penjahat perang Netanyahu. Kejahatan perang Netanyahu tidak bisa dibandingkan dengan apapun, bahkan lebih jahat dibandingkan dengan HItler. Wallahu'alam. dta.


latestnews

View Full Version