View Full Version
Ahad, 24 May 2015

Sonangol-Media Grup Bangun Gedung Rp 8 Triliun, China Makin 'Menggila' di Pasar Properti Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - China tak hanya mengguyurkan investasinya ke Inggris, dan Amerika Serikat, melainkan juga di Indonesia. Intensifnya penanaman modal mereka di pasar properti, khususnya Jakarta, melalui perusahaan pembiayaan (fund) ataupun pengembang semakin menguat dalam tiga tahun terakhir.

Sebut saja raksasa Hongkong Land Holdings Limited, dan juga China Sonangol Land. Keduanya secara agresif menancapkan cengkeraman dananya di properti-properti komersial dengan profil tinggi di pusat bisnis distrik (central business district/CBD) Jakarta.

Tahun lalu, China Sonangol Land mengakuisisi EX Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, untuk dikonversi menjadi pengembangan multifungsi EX Building yang mencakup perkantoran, ruang ritel, kondominium, dan service apartment.

Presiden Jokowi pun memuji Surya Paloh lantaran dinilai berhasil menggaet investasi senilai Rp 8 triliunn dari China Sonangol

Selain mengakuisisi EX Plaza, China Sonangol Land juga bermitra dengan Sampoerna Group. Keduanya sepakat akan membangun dua menara baru Sampoerna Strategic Square di Jl Jendral Sudirman, dengan kapasitas area sewa seluas 234.000 meter persegi. Kedua gedung ini berdiri di atas lahan seluas 34.735 meter persegi.

Lama tak terdengar kelanjutannya, tahu-tahu bos Media Grup Surya Paloh yang berhasil menggandeng China Sonangol Land mendirikan PT China Sonangol Media Investment.

Tak tanggung-tanggung perusahaan patungan Media Grup dan Sonangol itu bakal membangun gedung 59 lantai setinggi 303 meter dengan investasi Rp 8 triliun di atas lahan EX Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat.

Pemancangan tiang pertama (groundbreaking) gedung bernama ‘Indonesia Satu’ itu diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu (23/5). Presiden Joko pun memuji Surya Paloh lantaran dinilai berhasil menggaet investasi senilai Rp 8 triliunn dari China Sonangol.

“Saya sangat menghargai Bapak Surya Paloh yang bekerja sama dengan China Sonangol menghadirkan investasi sangat besar dan diharapkan dapat menjadi pemicu investor untuk berbondong-bondong masuk ke negara kita,” kata Jokowi saat pidato groundbreaking, kemarin.

Presiden Joko berharap dengan dimulainya pembangunan Gedung Indonesia Satu dapat diikuti investor lainnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ini bisa jadi sebuah sinyal, di mana gedung dengan investasi yang sangat besar Rp 8 triliun bertingkat 59 lantai ini menunjukkan bisnis properti ke depan menunjukkan prospek yang baik,” kata Presiden.

Surya Paloh mengakui, mayoritas investasi Rp 8 triliun untuk pembangunan gedung ini adalah dari Sonangol

Surya Paloh mengakui, mayoritas investasi Rp 8 triliun untuk pembangunan gedung ini adalah dari Sonangol.

“Uangnya uang asing kok yang paling banyak. Kami ada sedikit, yang penting kan pergerakan (investasi), Rp 8 triliun kan besar sekali, paling tidak ini adalah jadi start yang Presiden bilang tadi, bahwa investasi ada yang minat, dan kita sudah mulai dengan time frame yang tersedia, yah kita doakan saja semoga ini jadi satu contoh dan bisa diikuti oleh yang lain, harapan saya itu,” papar Surya.

Namun, sampai saat ini, belum ditunjuk siapa yang menjadi kontraktor proyek gedung kembar yang dibangun pada lahan seluas 18.925 meter persegi tersebut. Direktur China Sonangol Media Investment, Lestari Moerdijat mengatakan, penunjukan kontraktor belum dilakukan karena ada proses administrasi.

“Ini sedang lakukan proses administrasi, kalau semuanya sudah komplit akan diberi tahu, terbuka seluas-luasnya untuk pengusaha Indonesia kalau memenuhi persyaratan,” jelas Lestari.

Dia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung yang diharapkan bisa menjadi ikon Jakarta itu akan selesai dalam waktu 30 bulan. [iba/pribuminews/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version