View Full Version
Ahad, 02 Aug 2015

Terstruktur, Pelanggaran HAM Berat, KOMAT: Kami Akan Datangi Komnas HAM

JAKARTA (voa-islam.com)- Pimpinan Ar-Rahman Qur?anic Learning Center (AQL) Bachtiar Nasir meminta aparat TNI atau Polri agar lebih hati-hati menanggapi tragedi Tolikara, Papua di mana umat Islam diserang oleh umat kafir Kristen pada saat ingin melaksanakan ibadah dan merayakan Idul Fitri dua pekan lalu. Hal ini ia sampaikan karena ada dugaan indikasi orang luar yang ?bermain?. ?Kami meminta panglima atau aparat kepolisian agar lebih hati-hati lagi. Di sana diduga ada indikator yang merongrong NKRI. Hingga di Tolikara banyak bendera Israel,? pintanya. Ia juga akan meminta, dan segera akan datangi Komnas HAM untuk melaporkan karena di Tolikara ada pelanggrana HAM yang perlu diusut. Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh umat Kristen pada beberapa minggu lalu adalah bentuk dari pelanggaran HAM berat atas pembubaran orang yang sedang ingin beribadah. ?Pembubaran orang beribadah, itu adalah bentuk pelanggaran HAM berat. Maka kami akan datangi Komnas HAM segera,? ucapnya tegas. Selain itu, ia juga menyarankan kepada aparat kepolisian, khususnya untuk melihat tragedi ini secara menyeluruh. Polisi diminta olehnya agar memperhatikan bahwa di Tolikara bukanlah insiden biasa, tetapi insiden yang menurutnya telah disusun rapih untuk menyerang umat Islam di sana. ?Kami meminta Polri, di Tolikara ada insiden yang bukan insiden biasas. Selainn intoleran, juga ada by design. Di mana umat Kristen berkumpul bersama pada pukul 06.00 WIT dengan beberapa banyak titik,? bebernya. Terakhir, Bachtiar yang juga aktif di lembaga Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini mengingatkan agar umat Kristen, khususnya lembaga GIDI agar memperhatikan toleransi dengan umat Islam di manapun berada. Sebab, jika hal toleransi dapat dipelihara dengan baik dengan umat Islam, maka ia yakin tidak terjadi lagi. ?Kami meminta kepada lembaga Kristen (GIDI) agar kejadian serupa tidak terulang kembali,? tutupnya. Bachtiar Nasir hadir di antara pembicara konferensi yang lain. Antaranya hadir pula Anggota DPRI RI dari Komisi III Nasir Jamil, Fadlan Garamatan, dan dua lainnya. Acara konferemsi berlangsung pada hari Jum?at (31/07/2015) di salah satu restoran di bilangan Jakarta. Konferensi pers ini diselenggarakan oleh KOMAT atas penemuan-penemuan fakta selama paska kejadian penyerangan umat Kristen terhadap umat Islam yang tengah melaksanakan ibadah dan merayakan Idul Fitri. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)

latestnews

View Full Version