View Full Version
Rabu, 26 Aug 2015

Hari Senin, Orang Kaya dalam Satu Hari Kehilangan $ 182 Miliar Dollar

NEW YORK (voa-islam.com) - Krisis pasar saham dan finansial global  telah menggerus kekayaan orang-orang kaya dunia. Mereka kehilangan  kekayaan hanya waktu sekejap dalam jumlah miliaran dollar. Krisis ekonomi global benar-benar menghancurkan siapa saja, termasuk orang-orang kaya di dunia.

Diantara empat dari orang terkaya di dunia kehilangan sekitar $ 124 miliar dollar dalam sehari, pada hari Senin, 24/8/2015.   Tak lama setelah pasar saham global mengalami kemorosotan secara drastis, dan mengakibatkan saham Cina tenggelam paling buruk sejak tahun 2007, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Pasar saham di New York, Brussel, Hongkong, dan sejumlah negara lainnya terus melemah. Ekonomi  Cina juga limbung, dan mengalami kemorosotan, dan Cina mendevaluasi mata uangnya yuan. Ini semua berdampak terhadap mata uang global.

Sementara itu, kekayaan 24 miiyarder menurun lebih dari 10 point  hanya dalam satu hari, termasuk Bill Gates yang kekayaannya turun $ 3,2 miliar, Presiden Amazon Jeff Bezos kehilangan sekitar $ 2,6 miliar. Carlos Slim dari Mexico juga kehilangan sekitar $ 1,6 miliar, dan kekayaannya jatuh ke level terendah sejak 2012.

Aksi jual saham di pasar global mendorong indeks Standard & Poor terkoreksi lebih 500 point, dan pertamakali dalam hampir empat tahun.

Akibat penurunan pekan lalu mengakibatkan 400 orang terkaya di dunia kehilangan kekayaannya senilai $ 182 miliar dollar. Sebuah penurunan yang sangat luar biasa yang nilainya $ 76 miliar dollar pada hari Jumat, menyebabkan nasib mereka berada di zone lampu merah, dan ini akan menghancurkan ekonomi global.

Indonesia mata uang rupiah terus melemah terhadap dollar, dan mencapai Rp 14.100 pada hari Senin. Jokowi tak berkutik. Sekalipun sudah mengganti Menko Ekuinnya. Tak dapat menolong ekonomi Indonesia. Karena Indonesia industri dan kebutuhan pokok semuanya import, dan menggunakan dollar. Jadi ekonomi Indonesia hancur. (dita/aby/voa-islam.com)

 


latestnews

View Full Version