View Full Version
Rabu, 02 Sep 2015

Buruh Siap Mogok Nasional jika Pemerintah Tidak Berani Komitmen

JAKARTA (voa-islam.com)- Pertemuan yang diwakilkan oleh tiga presiden buruh ternyata tidak membuahkan hasil. Dan tidak memuaskan bagi semua pihak, khsususnya bagi para buruh.

Demikian yang dikatakan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) setelah bertemu dengan perwakilan pemerintah: Menko Polhukam, Menkes, Menaker, dan Dirjen terkait kemarin (02/09/2015) sore.

“Perundingan hari ini tidak memuaskan semua pihak. Dan hari ini tentunya tidak menyelesaikan semua masalah terkait hak buruh,” kata Mudhofir selaku Presiden KSBSI.

Mudhofir dan dua presiden lainnya memberikan batas waktu kepada peemerintah untuk merumuskan guna menyelesaikan hak-hak buruh ke depan, terutama persoalan ekonomi Indonesia yang kian merosot. “Kita beri batas waktu kepada pemerintah untuk membenahi, terutama terkait persoalan ekonomin global,” tambahnya.

Jika pada batas waktu yang diberikan oleh buruh pemerintah tidak dapat menyelesaikannya, maka ia dan para buruh se-indonesia akan mendatangi kembali istana Negara.

“Jika tidak ada perubahan yang siginifikan, makan pada bulan November kita akan melakukan aksi massa dengan massa yang lebih besar lagi,” tegasnya mengingatkan.

Ia juga menyatakan, berkumpulnya buruh di istana Negara dan bertemunya perwakilan buruh dengan pemerintah semata-mata untuk saling mengawasi dan mengawal. Sebut saja persoalan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) dan outsourching yang nyata-nyatanya jauh dari mensejahterakan rakyat dan buruh.

Sementara itu, perwakilan lainnya pun menyampaikan hal yang sama, bahwa apa yang terjadi di dalam kantor Menko Polhukam tadi tidak membuahkan hasil. Bahkan menurutnya, memang tidak ada hasil sama sekali.

“Pemerintah tidak berani berkomitmen. Hanya sampai pada penjelasan-penjelasan saja, khususnya terkait BPJS dan outsourching,” timpalnya.

Maka dari itu, ia dan segenap perwakilan para buruh menghimbau agar pemerintah tidak kembali memberikan angin segar, dan juga tidak mencle-mencle dalam mengambil keputusan setelah adanya komitmen.

Tidak ingin disebut kembali tertipu kembali, tiga utusan buruh ini pun sepakat akan menduduki istana kembali pada bulan November mendatang. Dan siap pula melakukan mogok nasional.
“Kita jangan tertipu (kembali). Jawaban para pun tadi menteri tadi mencla-mencle. Siap mogok nasional?!” ajaknya di hadapan para buruh. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version