View Full Version
Senin, 12 Oct 2015

Lemah Kritisi Pemerintah, IMM Akan Sadarkan Mahasiswa pada 20 Oktober

JAKARTA (voa-islam.com)- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengingatkan kepada mahasiswa lainnya yang berada di seluruh Indonesia untuk segera sadar melihat kondisi bangsa dan Negara saat ini. IMM juga mengajak mahasiswa untuk tetap kritis melihat kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Jokowi-JK.

“Cepat sadarlah mahasiswa Indonesia. Coba kalian liat kondisi bangsa saat ini. mari kita kawal pemerintahan Jokowi-Jk dengan kritis,” tegas Taufan Putra Revolusi di hadapan mahasiswa dan awak media hari ini (12/10/2015) di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Taufan juga mengingatkan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia pada tanggal 20 Oktober mendatang agar turun bersama IMM. Tujuannya ialah untuk “mengingatkan” pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemimpin. “Tanggal 20 Oktober 2015 kita ingatkan satu tahun Jokowi-JK dengan turun ke jalan,” sambungnya.

Sebagai mahasiswa aktif, ia menyampaikan bahwa apa yang dijalankan oleh pemerintahan saat ini jauh dari leadership Jokowi. Jajaran pemerintahan yang menurutnya multipilot ini menjadi penyebab rusaknya sektor-sektor, terlebih sektor ekonomi.

“Fungsi presiden diambil alih. Ini negara multipilot. Ada JK, Megawati, Surya Paloh. Presiden apa-apa tidak tahu. Dan ini menandakan bahwa leadership Jokowi lemah,” tegasnya saat diskusi publik dengan tema 'Negara Darurat: Mahasiswa dan Pemuda Kemana?’ Sehingga ia pun erasa tidak aneh melihat ekonomi dan hukum sepereti sekarang ini.

Misalnya saja kenaikkan BBM dan lemahnya rupiah, ia menyebutnya itu hanya sebagi indikator persoalan lemahnya ekonomi. Tetapi semua itu substansinya ialah bagaimana seorang pemimpin memenej bawahannya dalam memimpin Negara.

“Sebagai contoh kebakaran hutan yang kini sedang terjadi. menurutnya bisa saja itu untuk kepentingan para pemodal. Tapi bukan itu substansinya, melainkan bagaimana kepengurusan pemerintahan itu sendiri,” ucapnya. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version