View Full Version
Senin, 19 Oct 2015

Kebijakan Jokowi pun Ada yang Dipengaruhi oleh Media Sosial

JAKARTA (voa-islam.com)- Media sosial kini telah menjadi perhatian penting dan hal yang tidak umum jika ditinggalkan. Untuk sebuah berita, bagi masyarakat yang haus akan info, media sosial kini telah bermertamorfosis menjadi jembatan dalam meraihnya, termasuk mempengaruhi kebijakan Pemerintah.

Sebagai contoh media sosial yang sukses dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah (baca: Presiden) ialah pada saat kasus hukuman mati Mary Jane beberapa bulan lalu.

Mary Jane yang awalnya segera dieksekusi mati, namun berkat pengaruh media sosial berupa petisi dan dengan tagar (#) SaveMaryJane, di antaranya, Presiden memutuskan untuk menunda eksekusi tersebut.

"Berkat suara banyak pihak, termasuk lewat petisi #SaveMaryJane, pemerintahan Jokowi menunda pelaksanaan eksekusi hukuman mati atau buruh migran narkotika asal Filipina," demikian kata Direktur Migrant Care Anis Hidayah dalam rilis yang didapat voa-islam.com. Akan tetapi, Migrant Care tetap mengikuti perkembangan lanjutan dalam penundaan tersebut.

Lembaga ini juga meminta pemerintah menindaklanjuti atas dasar apa Jokowi mengalihkan kebijakan tersebut.

Kelompok yang umumnya menjadi wadah suara bagi pihak media sosial (netizen) dalam mempengaruhi sikap atau kebijakan ialah change.org. Lembaga ini telah "memecahkan" kasus hingga puluhan tandatangan petisi.

Di antara yang pernah menjadi "perhatiannya" ialah petisi Asap di Riau yang mendapat puluhan ribu di awal tandatangan. "Darurat asap Riau ribuan orang yang memulai. Yang biasanya hanya beberapa orang saja yg mulai," kata Direktur Direktur Kampanye change.org Indonesia Arief Aziz siang ini di salah satu resto di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version