View Full Version
Senin, 23 Nov 2015

Falsafah Bangsa Hilang, Mantan Panglima TNI Diminta Dukung Ganti Rezim

JAKARTA (voa-islam.com)- Sebagai negara yang berdaulat dan memiliki sistem serta falsafat sendiri, era saat ini kini diduga telah mengkhianati hal tersebut. Penyimpangan dan pelaksanaannya tidak satupun yang menguntungkan NKRI.

Namun demikian, pengamat hukum Eggy Sudjana menyatakan bahwa masalahnya itu berada pada pelasanaannya. Menurutnya, pelaksanaan yang ada hingga saat ini dinyatakan belum-belum benar.

“Masalahnya itu adalah pada pelaksanaannya yang tidak benar,” katanya beberapa waktu lalu di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Eggy juga menyatakan bahwa dalam pelaksanaan terhadap UUD 45 pun terdapat beberapa penyimpangan. Sebagai contoh bisa disebutkan yaitu dengan berjalannya sistem liberal di negara ini.

“Dengan adanya dan dilakukannya liberal. Sehingga yang ada penyimpangan terhadap UUD 45,” sambungnya.

Di dalam hal ini, ia menyatakan bahwa penyelenggara yang mesti disalahkan. Bahkan, hingga saat ini Pancasila yang menjadi falsafah bangsa pun perlahan luntur dari pelaksanaannya.

“Penyelenggara negara yang harus kita salahkan. Pancasila tidak ada. bahkan sila pertama pun tidak ada,” katanya.

Karena hal itu, Eggy meminta kepada Mantan Panglima (purn) TNI Djoko Santoso untuk menggalang kekuatan membenahinya. Menurutnya ini merupakan gagasan yang harus dilakukan saat ini. “Pak Djoko Santoso harus pimpin gerakan ini. Bila perlu ganti pemimpin yang ada saat ini. kita lakukan people power,” pintanya. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version