View Full Version
Kamis, 04 Feb 2016

Ada Konspirasi Global dalam Proyek Kereta Cepat

JAKARTA (voa-islam.com)- Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam proyek kereta cepat kemungkinan terjad. Pasalnya, selain dianggap tidak profesional, proyek tersebut dinilai tidak transparam dan tepat dalam pengadaan dana.

Berikut pandangan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diterima voa-islam.com dalam akun media sosial miliknya, di saat menjadi Keynote Speech pada Acara Diskusi Publik “Stop Rencana Pembangunan KA Cepat Jakarta” beberapa waktu lalu, di Gedung DPR RI.

“….Karena ini melanggar asas profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas sebagai pejabat publik. Ini tugasnya krusial Presiden saat ini untuk menegur mereka. Mari kita lihat realitas bernegara kita. Pegawai kecil, tukang-tukang kecil, kita pecat tiap hari kalau salah kerjanya, tapi pemerintah, pemilik negara, mau bilang apa?

Presiden tidak boleh diam saja, sehingga publik hanya bisa menduga-duga bahwa ini ada semacam conspiracy of silent dalam tubuh eksekutif. Aspek terakhir yang saya komentari terkait mega proyek ini adalah dari perspektif kepemimpinan Jokowi yang memiliki visi pembangunan Poros Maritim sebagai prioritas nasional.

Kalau Presiden Jokowi konsisten dengan visi yang sangat bermartabat ini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung jelas sebuah missed the point completely. Konsep maritim indonesia adalah konsep Jokowi yang paling saya kagumi semenjak kampanye dulu.

Kenapa? Pertama, karena memang sudah lama bangsa kita dalam pembangunannya, ‘lupa daratan’ (lupa sejarahnya dan lupa lautan). Jadi sayapun yakin bahwa hanya dengan membangun laut dan kelautan kita, bangsa ini akan jadi bangsa besar….” (RobigustaS/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version