View Full Version
Rabu, 29 Jun 2016

KPK Dinilai Tidak Pintar Dalam Menutupi Kebohongan Satu dengan Kebohongan Lainnya

JAKARTA (voa-islam.com)- Pengamat ini menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menutup kebohongannya. Mulai dari persoalan satu ke persoalan lainnya, sebut saja soal kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Terutama pejabat kita yang di KPK tidak pandai menyempatkan waktu di mana seharusnya mencari celah menutup kebohongannya dengan kebohongan yang berlanjut," kata Prof. Amir Hamzah, beberapa waktu lalu di markas GPII, Menteng, Jakarta.

Di lain sisi, Prof. Amir menyatakan bahwa ada keanehan lainnya di kepemimpinan saat ini, khususnya RI yang dipimpin Joko Widodo. "Ada keanehan yang saya lihat sebagai warga negara ketika Jokowi dan Ahok dicalonkan. Seolah ada hidden agend tengah dibawanya," dugaannya.

Misalnya saja menurutnya dalam masa Gubernur Ahok di Jakarta adalah dilarangnya umat Islam soal penyembelihan hewan kurban. Belum lagi yang menurutnya terlihat jelas adalah keinginan Mantan Bupati Bangka Belitung itu melegalkan perzinahan di Jakarta.

"Ini menyangkut tauhid. Misalnya di mana umat Islam dilarang menyembelih kambing. Juga termasuk melegalkan hal-hal yang berbau asusila. Kemudian Ahok juga ingin merusak konstitusi dan merusak regulasinya," sampainya.

Untuk kasus Sumber Waras pun, menurutnya Ahok mengadopsi cara-cara komunis Cina dalam mengimplementasikannya. Dan jika saja tidak direspon dengan serius, maka ia mengatakan NKRI dalam bahaya besar.

"Sumber Waras ini ketika tidak adanya dukungan politik tetapi justru mengandalkan para pengembang. Permainan ini seperti mengadopsi dari RRC. Jika kita diamkan Ahok dalam masalah kasus Sumber Waras ini, bisa membahayakan bangsa dan Negara," tutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version