View Full Version
Ahad, 28 Aug 2016

Nasionalisme Itu Lahir dari Kesamaan Nasib & Sejarah

JAKARTA (voa-islam.com)- Memiliki jiwa nasionalisme terhadap negara sendiri, Indonesia itu sebenarnya lahir dari dasar kekuatan dan adanya indikasi karena rasa ingin mengubah keadaan lebih cepat dari sebelumnya. Salah satunya yang cukup menonjol menurut dosen politik, Sidratahta Mukhtar ialah demokrasi Indonesia yang sudah ada sejak lama.

"Nasionalisme itu disimpulkan oleh nasionalisme yang paling otentik. Indikatornya itu adalah revolusi nasionalisme. Bahkan nasionalisme Negara Vietnam itu mengikuti nasionalismenya Indonesia. Dan sebetulnya, yang terjadi itu adalah bahwa nasionalisme itu telah tuntas. Bahkan Bung Hatta mengatakan konsep demokrasi kita memiliki esensi kuat demokratis. Dan ini asli milik Indonesia," ujarnya, beberapa waktu lalu, di Tebet, Jakarta.

Salah satu contoh adanya kepemilikan Indonesia asli ialah hadirnya musyawarah dan atau mufakat.  Juga tolong menolong antar sesama. "Sehingga nasionalisme dan demokrasi kita itu berbeda dengan negara lainnya, seperti Amerika Serikat. Sebab nasionalis kita lahir dari kesamaan nasib, juga sejarah. Bukan etnik, agama dan lainnya. Tetapi cinta Tanah Air," sambung dosen dari UKI tersebut.

Sehingga, lanjutnya, jika mempertanyakan keadaan warga Indonesia yang memili dua negara dapat dikatakan relevan atau tidak, menurutnya hingga kini masih belum jelas. Misalkan saja beberapa pekan belakangan masyarakat Indonesia dihebohkan oleh Menteri yang diangkat Presiden, yakni Archandra Tahar.

"Sebab, dwikewarganegaraan ini berkaitan dengan kekuatan negara itu sendiri, walaupun dia menjadi warga luar (Asing)," tutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version