View Full Version
Senin, 29 Aug 2016

Ada Dugaan Skenario Identitas Dua Negara Dimainkan Pemerintah

JAKARTA (voa-islam.com)- Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Taufan Putra Revolusi menilai kasus dwikewarganegaraan beberapa waktu lalu yang sempat berada di kabinet kerja Jokowi-JK aneh dan unik. Menurutnya, bisa dikatakan hal demikian terjadi pun karena ada unsur kesengajaan.

"Entah ini kesengajaan atau apa. Tapi kasus Archanra ini sangat unik dan aneh," ujarnya, beberapa waktu lalu, di Tebet, Jakarta Selatan.

Di Indonesia sebetulnya tidak mengenal dwikewarganegaraan. Kecuali jika orang itu menurutnya masih di bawah usi 18 tahun.

"Jika sudah lebih, maka ya harus memilih, negara mana ia akan pakai sebagai identitas," tambahnya.

Adapun bila dwikewarganegaraan ini diusahakan pemerintah agar mendapat tempat di Indonesia, ia melihat hal itu tidak akan menguntungkan. "Jika diberlakukan, ini tidak akan menguntungkan Indonesia. Yang diuntungkan itu hanya negara adidaya. Dan bila mempunyai status negara ganda, ini akan menelurkan efek luar biasa di kemudian hari," katanya lagi.

Karena itu, ia menyatakan bahwa tidak perlu pemerintah mengusakan status ganda tersebut. "Pemerintah juga tidak perlu mengkajinya. Jelas ini tidak substansial," tutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version