View Full Version
Sabtu, 08 Oct 2016

Sama Halnya Kanjeng Dimas, Pemerintahan Jokowi pun Tawarkan Harapan Palsu

JAKARTA (voa-islam.com)- Menurut salah satu pengamat ekonomi politik Indonesia, kemunculan Dimas Kanjeng menjadi fenomena menarik di tengah masyarakat yang saat ini kehilangan harapan akibat kenyataan hidup terus semakin pahit. Lapangan pekerjaan yang langka, harga hasil pertanian yang jatuh akibat pangan impor dan daya beli masyarakat jatuh akibat inflasi, dan kemiskinan yang semakin meluas.

“Masyarakat mencari siapa yang bisa menolong mereka, yang bisa menggandakan pendapatan dan uang mereka. Dimas kanjeng hadir menawarkan harapan yang kemudian dikatakan sebagai harapan palsu,” kata Salamuddin Daeng, melalui siaran persnya, yang didapat voa-islam.com, beberapa waktu lalu.

Namun menurutnya tidak hanya itu, kemunculan Dimas Kanjeng merupakan suatu peristiwa besar bagi ekonomi yang dikatakan semakin maju, mengglobal. Investasi, perdagangan, keuangan, perbankkan terhubung satu sama lainnya.

Lalu lintas devisa bebas, mata uang dari seluruh penjuru dunia bisa dibelanjakan dimanapun diseluruh negara. Orang boleh belanja dengan dolar di Indonesia.

“Mengapa dimas kanjeng dikatakan peristiwa besar ? Mengapa Dimas kanjeng merupakan otokritik terhadap sistem keuangan global ? Karena dimas Kanjeng konon kabarnya bisa melakukan penggandaan uang. Dia mengambil posisi yang setara dengan institusi global seperti IMF, Bank Dunia, ADB, Amerika Serikat, China dan juga setara dengan pemerintahan Jokowi dan Bank Indonesia. Sama sama bisa melakukan penggandaan uang.”

Bedanya, lanjut Daeng, Dimas kanjeng hanya melakukan penggandaan uang dalam skala kecil, jumlahnya  hanya maksimal triliunan rupiah. Apa yang dilakukan dimas kanjeng tidak sebanding dengan penggandaan uang yang dilakukan oleh institusi keuangan global dan negara negara maju.

Apa buktinya? Dunia saat ini telah melakukan penggandaan uang hingga ratusan kali lipat. Bayangkan sekarang ini produk domestic broto (PDB) internasional adalah 60 triliun Dollar. Sementara produk pasar keuangan telah mencapai 600 triliun dolar.

Ini adalah penggandaan uang luar biasa besarnya. Dari mana datangnya uang uang tersebut. Para ahli ekonomi pasti berkesimpulan bahwa uang tersebut merupakan hasil dari financial inclution, hasil dari kemampuan engineering keuangan. Tapi bagi dimas kanjeng uang uang itu mungkin dating dari alam ghoib.” (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version