View Full Version
Rabu, 12 Oct 2016

Bawaslu Tidak Mempersoalkannya, Silahkan Membawa Agama dalam Menentukan Pilhan di Pilgub

JAKARTA (voa-islam.com)- Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempersoalkan surat Al-Maidah disebut sebagai ketakutan atau hal yang berlebihan terhadap kekuatan umat Islam di Jakarta. Ahok juga dinilai tidak tenang dalam menanggapi kian banyaknya umat Islam yang perlahan sadar bahwa pemimpin itu memang diatur di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Ya, seharusnya kan santai saja. Santai saja jika ada SARA,” kata Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, Syarif, beberapa waktu lalu, di Cikini, Jakarta.

Yang terpenting menurutnya itu adalah hal itu tidak melanggar dalam proses-proses Pemilu. Seperti ada Bawaslu yang tidak mempersoalkannya soal  SARA. “Asal tidak melanggar oleh Bawaslu,” sambungnya singkat.

Sementara itu soal bagaimana menanggapi hasil dari lembaga survey, Syarif menyatakan bahwa hal itu tergantung dari mana bacanya. Walau ia menilai kedua calon yang ada sama baiknya, namun ia jika dilihat cara membacanya masyarakat atau timses kedua calon akan tenang menanngapinya.

“Semuanya bagus. Akan tetapi yang lebih penting itu lihatlah calon dari mana asal usulnya. Pun termasuk hasil survey, ya, tergantung dari mana kita membacanya. Jika turun, ya biasa saja. Pun jika naik dalam survey tersebut, kita jangan jumawa. Lihat saja secara obyektif,” ucapnya.

Kembali ke soal Al-Maidah, ia meminta untuk tidak lagi membicarakannya. Bukan karena ada hala lain, tetapi ia mengaku sangat mengerti betul mengapa Ahok mempersoalkannya itu.

“Makanya kami tim Anies-Uno tidak ikut mengomentarinya. Karena kami tahu Ahok berlaku demikian. Misalkannya saja orang bawahnya yang tidak biasa, termasuk menanggapi hasil survey elektabilitas Ahok,” tutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version