View Full Version
Senin, 24 Oct 2016

Pemuda Muhammadiyah: Fokus Kawal Kasus Penghinaan Al-Qur'an oleh Ahok, jangan Terprovokasi

JAKARTA (voa-islam.com)- Bila ada yang menyatakan bahwa umat Islam itu anti keberagaman dan anti sosial, maka baiknya orang-orang itu seharusnya membaca sejarah lebih keras lagi di Indonesia. “Jadi, bila ada yang berpendapat umat Islam anti keberagaman, and abaca lagi sejarah republik,” tulis Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitter pribadinya.

Dahnil malah menduga justru orang-orang yang anti keberagaman itu bisa saja ditandai dengan kehausannya kepada materi. Sehingga demi meteri, orang-orang tersebut ada yang semangat komentari tafsir.

“Ketika keberagaman dan toleransi sekedar menjadi komuditas demi uang, maka ancaman keberagaman yang dilakukan tuan pemberi uang pun dibenarkan. Bagaimana mungkin anda mengaku pengusung keberagaman dan toleransi tetapi sibuk menyalahkan tafsir orang lain demi tuan anda.”

Menurut Daniel, mereka hanya akan bereaksi ketika muncul hinaan. Tetapi anehnya ketika menerjemahkan keberagaman adalah mendukung ucapan si anti keberagaman yang disampaikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mereka seketika melahirkan nalar sesat. “Upaya untuk memecah belah, upaya agar kita bertindak di luar hukum dengan berbagai provokasi nyata yang dilakukan.”

Ia menyarankan agar mendukung polisi mengusut Ahok berdasarkan hukum yang ada. “Kita harus fokus kawal proses hukum terhadap Ahok. Kita tidak boleh berpecah belah karena ucapan Ahok yang mengancam keberagaman intra-Islam dan keberagaman Indonesia. Sepenuhnya kita kawal proses hukum.” (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version