View Full Version
Rabu, 14 Dec 2016

Ahok Tuduh Politisi yang Gunakan Al-Maidah karena Keliru dan Takut Bersaing di Pilkada

JAKARTA (voa-islam.com)- Paska Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaanya, tersangka penista Al-Qur'an, Ahok pun diberikan kesempatan untuk membacakan nota keberatannya.

Dalam isi nota keberatannya, Ahok di antaranya menyampaikan bahwa apa yang ia ucapkan saat di Kepulauan Seribu beberapa bulan lalu menangkis tidak bermaksud menafsirkan Al-Maidah. Ia juga mengaku bahwa apa yang ia sampaikan juga tidak ada maksud menistakan Islam dan ulama.

Ahok menuding, bahwa apa yang ia sampaikan dalam kunjungan kerja tersebut, dengan membawa-bawa ayat Al-Qur'an milik umat Islam itu ditujukan ke para politisi yang dianggapnya tidak ingin bersaing dalam Pilkada.

"Dimaksudkan untuk politisi yang menggunakan Al-Maidah secara tidak benar karena tidak mau bersaing di Pilkada," katanya, saat membacakan nota keberatan dengan mengutip salah satu buku yang ia tulis tahun 2008 silam, di Pengadilan Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016), di Jakarta, seperti yang dikutip dari salah satu televisi nasional.

Tidak hanya itu, walau secara langsung tidak menunjuk seseorang, Ahok juga menuding bahwa ada salah satu Gubernur yang menggunakan ayat Al-Maidah untuk memecah rakyat.

"Ayat ini sengaja disebarkan oknum elit tertentu. Mereka berusaha berlindung dalam ayat itu. Tujuannya agar memilih yang seiman. Intinya mereka mengajak memilih pemimpin dari seiman."

Ahok didudukkan dalam sidang perdananya sebagai tersangka menistakan Islam. Atas perlakuannya itu, membuat jutaan umat Islam tersinggung lalu melakukan reaksi. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version