View Full Version
Kamis, 09 Feb 2017

Pemerintah Diperingatkan agar Tidak Mudah Menghukum Masyarakat yang Berseberangan

JAKARTA (voa-islam.com)- Paska aksi Bela Islam beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh jutaan umat, pengamat politik merasakan bahwa tokoh-tokoh yang menjadi penggerak satu persatu nampak ditekan oleh kekuasaan. Bagi pengamat, bila terus berlanjut, maka kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi, terlebih ormas terbesar Islam seperti NU juga ikut "disalahkan".

"Munarman, Habib Rizieq, Ust. Bachtiar Nasir terus menerus ditekan, rumah Presiden dan kantor NU di demo hanya untuk kepentingan seseorang. Menekan Ulama dan tokoh-tokoh yang menjadi panutan dalam aksi 411 dan 212 sama saja dengan makin mengeringkan ilalang," kata Andi Arief, melalui akun Twitter pribadinya.

Menurut Andi, hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi bila saja penguasa mengedepankan komunikasi dengan kehangatan. Bukan sebaliknya atau komunikasi dengan menggunakan hukum.

"Ilalang yang kering-apalagi dengan sentimen agama dan ketidakpuasan yang besar--harus dipadamkan dengan cinta dan pengertian, bukan hukum."

Memang nampak diketahui beberapa belangan ini setelah aksi besar umat Islam yang damai itu para tokoh satu persatu "dipersoalkan". Bahkan sejauh ini sudah ada yang dijadikan tersangka, di antaranya Habib Rizieq dan Munarman. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version