View Full Version
Kamis, 15 Jun 2017

Terlalu Banyak Ambisi, Tambang dan Gas Indonesia malah Sakit

JAKARTA (voa-islam.com)- Pengamat politik dan ekonomi, Salamuddin Daeng memprediksi bahwa hingga ke depan nanti sektor tambang dan migas Indonesia belum kemungkinan belum akan berdiri sebagaimana mestinya. “Padahal sektor di bawah menteri ESDM tersebut selama bertahun tahun merupakan penopang ekonomi Indonesia dan penyumbang terbesar pendapatan negara. Jadi bagaimana nasib pemerintahan Jokowi beserta segenap ambisinya?

Sampai hari ini, sektor tambang dan migas belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami pulih,” demikian siaran persnya yang didapat voa-islam.com, beberapa waktu lalu.

Daeng mencatat setidaknya ada beberapa poin yang dapat menyebabkan tambang dan migas Indonesia makin nampak terpuruk dan sulit untuk bangkit kembali. Di antaranya ia mengatakan bahwa saat ini sudah terjadi Penurunan kapitalisasi pasar sektor pertambangan dari Rp. 216 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp. 140 triliun pada tahun 2015.

“Kondisi ini setara dengan penurunan kapitalsiasi pasar dalam periode yang sama yakni 7 persen.”

Total investasi sektor tambang pun menurutnya tengah mengalami penurunan sebesar 31 persen dari US$7,4 miliar dolar pada tahun 2014 menjadi US$ 5,2 miliar dolar pada tahun 2015. Hasil survey PWC juga menunjukkan keadaan yang demikian. “Pada tahun 2015 pengeluaran atau belanja explorasi sektor tambang mengalami penurunan sebesar 22% menjadi US$ 87 juta dolar dari rata rata US$ 113 juta dolar.”

Internasional survey menunjukkan bahwa Indonesia memiiki prospek tambang yang begitu besar, namun rangking indonesia dalam investasi tambang menurun dari urutan 91 dari 104 negara menjadi urutan 99 dari 104 negara (Survey Fraser Institute in February 2017). (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version