View Full Version
Ahad, 17 Sep 2017

Jika Pemerintah Tak dapat Kirim TNI & Desak PBB, Muslim Indonesia Siap Berangkat ke Myanmar

JAKARTA (voa-islam.com)- Presidium Alumni 212, Slamet Maarif meminta kepada pemerintahan Joko Widodo untuk mendesar PBB agar mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan pembantaian yang dialami oleh etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar. Kalau pun PBB tidak (ingin) mengirim pasukan, maka menurutnya pemerintah tak mengapa untuk mengirim TNI dan Polri untuk memberantas teroris yang ada di sana.

"Selama ini pemerintah getol memberantas teroris katanya, sekarang ada teroris dunia di depan mata, maka tidak salah pemerintah untuk kirim pasukan TNI-Polri untuk membantu saudara-saudara kami di sana. Pemerintah memiliki kemampuan itu," ia menyampaikan, Sabtu (16/09/2017), di sekitar Patung Kuda, Jakarta.

Kalaupun tidak keduanya, maka umat Islam di Indonesia akan senantiasa siap untuk berangkat menolong etnis muslim di sana. "Kalau perlu kita berjuang dan berangkat bersama-sama ke Myanmar.

Panggilan jihad sudah menanti kita. Kalau pemerintah merem, tidak melihat maka umat Islam Indonesia ajak bersama-sama ke Myanmar. Berangkat ke sana," tambahnya mantap.

Ia juga meminta agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar. "Mari satukan barisan. Kuatkan barisan. Kita upayakan semaksimal mungkin untuk dihentikan.

Kepada pemerintah dengan segala hormat tolong hentikan sementara hubungan diplomatik dengan Myanmar," ia menutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version