View Full Version
Sabtu, 30 Sep 2017

Hitler Kagum Stalin, Elit RI Disarankan Kunjungi Negara Luar agar Tahu Kenyataan Biadabnya Komunis

JAKARTA (voa-islam.com)- Apabila ada masyarakat Indonesia atau elit dari negeri ini yang tidak percaya akan kebiadaban komunis, atau kurang data soal itu, maka salah satu pemerhati isme keji menganjurkan agar untuk ke negara tempat di mana, yang hingga kini masih tercium anyir darah (korban).

“Saya mengusulkan, tapi sampai sekarang masih belum terlaksana agar orang-orang sekuler yang aksi-aksian pro komunis itu dibiayai, 10-20 orang dibawa ke Kamboja. Kemudian lihat ladang pembantaian tengkorak-tengkorak itu. Lanjut ke SMA itu,” usul Taufik Ismail, belum lama ini di DPR RI, Jakarta.

Selain itu, ia mengatakan bahwa soal Adolf Hitler tidak banyak yang tahu, yakni dia itu pengagum Josept Stalin, yang algojonya Rusia. Dan Adlof mengaku berguru kepada Stalin. Hitler membantai 25 juta orang.

“Algojo dari komunis itu adalah Lenin. Stalin 43 juta orang. Kemudian, kok ideologi komunis ini begitu dahsyat dan kejamnya,” sambungnya.

Pembantai raksasa selanjutnya, ia melanjutkan, itu adalah komunis Cina dengan membunuh 60 juta orang. Jadi seluruh perang di abad 20 itu 38 juta. Sedangkan korban komunis tiga kali lipat.

“28 negara komunis yang berdiri itu lari, meninggalkan negaranya sebanyak 35 juta orang. Lari, melarat dan tidak tahan ditindas dari tanah airnya,” ia menambahkan.

Ideologi ini didirikan oleh dua orang anak muda, pertama Karl Marx usia 30 tahun. Yang kedua adalah Friedrich Engles dengan usia 28 tahun. Menerbitkan buku yang namanya Manifesto Komunis pada tahun 1848.

“Tujuan dari ideologi ini adalah merebut kekuasaan dengan kekerasan,” tutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version