View Full Version
Selasa, 28 Nov 2017

Hanya Rasa Senasib dan Sepenanggungan Negara dapat Kuat Robohkan Pembenci Persatuan

JAKARTA (voa-islam.com)- Ada mafia. Ada penguasa yang tidak terlihat. Keduanya nampaknya sama, sama-sama ingin menjauhkan persatuan dan kesatuan antar anak bangsa, juga ketidakkepercayaan pada parlemen.

“Mereka adalah orang suci karena tidak pernah berpolitik. Para mafia #KuasaSenyap bersembunyi di balik orkestra semacam itu. Semacam orkestra bunuh diri. Sebuah negara sepanjang tahun diwarnai kecemasan dan pertunjukan memuakkan. Mereka mengatur agar negara lemah,” tulis Fahri Hamzah, di akun Twitter pribadi miliknya, Senin (27/11/2017).

Fahri pun menyebutkan proxy war berlanjut terus. “Ada yang menarik dari pola kerja #KuasaSenyap; tidak suka parpol tapi suka kekuasaan, tidak suka legislatif tapi gemar menguasai eksekutif, senang dengan pemimpin yang tidak senang parpol, memuji lembaga adhoc dan memaki lembaga inti negara, dan lain-lain.”

Coba lihat pola dan konsistensinya, intinya mereka menurut Fahri tidak suka negara menjadi kuat. Mereka pemecah belah barisan Republik dan setelah melemahkan lembaga legislatif mereka menyusup ke lembaga-lembaga negara yang tidak mau dikontrol.

“Padahal kuasa mereka besar. Saya tidak akan menyebut nama dan lembaga. Tapi marilah kita belajar untuk memahami musuh kita dalam imajinasi. Sebab yang terbiasa membayangkannya akan mudah menggambarkannya.”

Itu juga cara kerja mereka. Mereka menguasai cara berpikir karena terlalu mudah ditebak. Akhirnya mudah dikalahkan. “Kita sekarang kalah. Tapi kita jangan mau mengalah. Kita harus percaya diri bahwa kita bisa bangkit.

Kalau kita percaya diri bahwa kita baik, punya niat baik dan tidak gampang dirusak oleh siasat dan melihat maka kita akan menang. Negara kita akan kiat menghadapi para pengkhianat. Para penyusup yang merusak. Mari bersatu dan kembali.” (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version