View Full Version
Jum'at, 22 Dec 2017

Tidak Ada Angin juga Badai, Politisi Demokrat sebuat PKS dan Gerindra Kerap Khianat Saat Berkoalisi

JAKARTA (voa-islam.com)- Demokrat nampaknya trauma berkoalisi dengan Gerindra dan PKS. Pasalnya, sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu politisinya, Gerindra dan PKS kerap ingkar janji atau keluar komitmen kala berkoalisi. Salah satunya yang dimaksud oleh politisi ini adalah saat Pilkada DKI Jakarta lalu. Pun ia memprediksi akan sama jika Demokrat berkoalisi untuk Jawa Barat dengan PKS dan Gerindra.

“Demokrat-Gerindra-PKS sepakat duduk bareng di Pilkada Jakarta, gagal. Sekarang Demokrat-PKS di Jabar, diprediksi sama.  Siapa yang khianat?

Pilkada DKI, Demokrat-Gerindra-PKS sepakat koalisi, saat Ketum berada di Korea selatan demokrat ditinggal deklarasi Sandi-mardani. Kalau PKS tidak jadi dukung Demiz-Saikhu, Demokrat akan tetap hormati,” kata Andi Arief, di akun Twitter pribadi miliknya, Jum’;at (22/12/2017).

Ia pun mengatakan maka kemudian Demokrat ragu jika nanti untuk 2019 koalisi itu diwujudkan bersama Demokrat dan PKS. “Tetapi Rakyat perlu tahu kenapa Demokrat ragu gabung di nasional. Bagaimana mungkin bisa bekerjasama secara nasional di pilpres 2019 kalau dalam Pilkada-pilkada yang sudah disepakati selalu dikhianati?”

Andi mengaklaim, bahwa partai besutan SBY itu justru tidak pernah melanggar perjanjian koalisi dengan partai, yakni dengan Gerindra dan PKS. “Partai demokrat tidak pernah melanggar komitmen koalisi, bahkan saat berkuasa di tengah gempuran tekanan mengeluarkan PKS, Demokrat kukuh.

Partai Demokrat memang baru bangun komitmen pertama kali dengan Gerindra Pilkada DKI yang berakhir gagal karena ditinggal. Menjadi catatan. Mudah-mudahan penjelasan singkat ini bisa menjawab mengapa Partai demokrat penuh pertimbangan mencari koalisi yang amanah di 2019 nanti.” (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version