View Full Version
Jum'at, 05 Jan 2018

Berkacalah, jangan Samakan Indonesia dengan Negara Lain jika Berutang

JAKARTA (voa-islam.com)- Pemerintahan Joko Widodo merasa aman dengan utang yang ribuan trilun dan membandingkannya dengan negara lain yang berutang dinilai keliru. Pasalnya, Indonesia dengan negara lain dalam setiap pembayarannya tidak sama.

“Menurut saya, pembandingan semacam itu keliru, karena tidak memperhatikan kemampuan bayar yang berbeda-beda dari negara-negara tadi. Setiap negara memang berbeda kasusnya. Belajar dari krisis utang Eropa, rasio utang sebenarnya bukan merupakan indikator yang pas untuk mengukur kemampuan sebenarnya dari perekonomian sebuah negara.

Belgia dan Italia, misalnya, rasio utangnya terhadap PDB di atas 100 persen, namun mereka tidak manjadi pasien IMF,” kata Fadli Zon, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (04/01/2018).

Sebaliknya, lanjut Fadli, Irlandia dan Spanyol rasio utangnya 40 persen terhadap PDB, tapi keduanya jadi pasien IMF. Begitu juga dengan Thailand, misalnya. Rasio utang Thailand memanmg tinggi, tetapi di sisi lain rasio pajak mereka jauh lebih tinggi jika dibandingkan Indonesia.

Sehingga, kemampuan bayar mereka terhadap utang juga lebih tinggi dari kita.  Begitu juga dengan Jepang. Meski rasio utang mereka sangat tinggi, namun rasio tersebut sangat aman karena lebih dari 90 persen utang tersebut berasal dari dalam negeri.”

Apalagi, sebagian besar surat utang pemerintah dipegang oleh Bank Sentral Jepang sendiri. Situasi tersebut tentu berbeda dengan struktur perekonomian yang kita hadapi. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version